Tampilkan postingan dengan label Info Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Buku. Tampilkan semua postingan

Buku Soal Solusi UN Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Edisi 2019/2020 Karya Anggota Pergumapi

Yun Desember 27, 2019
Sampul Solusi UN Bahasa Indonesia SMP/MTs edisi 2019/2020.
PERGUMAPI.or.id--Empat anggota Pergumapi kembali menerbitkan buku soal bahasa Indonesia, Solusi UN Bahasa Indonesia SMP/MTs Kurikulum 2013 Edisi 2019/2020. Buku ini terdiri atas tiga bagian utama, yaitu pendalaman materi dan contoh soal, pembahasan soal UN, serta soal-soal uji kompetensi. Pendalaman materi berisi materi yang berdasarkan analisis penulis berpotensi muncul di soal-soal Ujian Nasional yang akan datang. Materi pendalaman yang disajikan dalam buku ini meliputi membaca nonsastra, membaca sastra, menulis terbatas, menyunting kata, kalimat, dan paragraf, serta menyunting ejaan dan tanda baca. Setiap materi disertai contoh soal agar siswa lebih mudah memahaminya.

Pada bagian pembahasan soal UN, disajikan soal-soal yang pernah diujikan pada Ujian Nasional 2018/2019. Selain ditentukan jawabannya, soal-soal pada bagian ini juga dibahas secara proporsional. Selanjutnya, disajikan lima paket soal masing-masing lima puluh butir soal (sesuai standar Ujian Nasional) untuk digunakan para siswa berlatih.

Makna kata sering menjadi permasalahan siswa. Hal ini cukup esensial karena kunci dari pemahaman atas sebuah teks di antaranya adalah kemampuan memahami makna kata. Oleh karena itu, pada bagian akhir disajikan glosarium yang berisi istilah-istilah yang digunakan dalam buku ini.

Buku ini ditulis oleh empat orang. Pertama, Siska Yuniati, seorang guru bahasa Indonesia di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Bantul. Selain itu, dirinya pernah mengajar Bahasa Indonesia di MAU Al-Imdad. Siska juga aktif menulis sastra dan nonsastra. Beberapa tulisannya dimuat di media massa, diterbitkan dalam bentuk buku, serta memenangkan kompetisi lokal dan nasional. Tahun 2018, Siska terlibat dalam pengelolaan hasil studi PISA di Indonesia. Saat ini Siska menjadi Ketua Umum Perkumpulan Guru Madrasah Penulis (Pergumapi).

Kedua, Rusmantara, seorang guru bahasa Indonesia di MTs Negeri 1 Bantul. Selain mengajar, dirinya aktif di MGMP Bahasa Indonesia SMP dan menjadi Ketua di MGMP Bahasa Indonesia MTs Kabupaten Bantul. Rusmantara juga merupakan anggota Perkumpulan Guru Madrasah Penulis (Pergumapi).

Ketiga, Rina Harwati, adalah guru Bahasa Indonesia di MTs Negeri 6 Bantul. Lulusan Program Pascasarjana UNY ini merupakan Sekretaris MGMP Bahasa Indonesia MTs Bantul serta Sekretaris Bidang Humas, Informasi, dan Kerjasama Antarlembaga Pergumapi. Karyanya dimuat di berbagai media lokal dan nasional serta antologi bersama. Tahun 2017 bersama penulis lain menulis Buku Pendamping Bahasa Indonesia Kelas IX Kurikulum 2013. Tahun 2018, Rina menjadi salah satu penulis soal Puspendik Balitbang Kemdikbud RI.

Keempat, Septy Andari Putri, yaitu guru bahasa Indonesia di MTs Negeri 1 Kulon Progo. Tulisannya dimuat dalam majalah, jurnal, serta antologi bersama. Pada tahun 2017 menjadi pemenang II lomba inovasi pendidikan UNY. Pada tahun yang sama menjadi juara III guru berprestasi Kemenag Tingkat Nasional. Tahun 2018, Septy menjadi salah satu penulis soal Puspendik Balitbang Kemdikbud RI. Septy juga merupakan Instruktur Nasional Bedah Kisi-kisi Mapel Bahasa Indonesia. Dirinya aktif dalam organisasi, di antaranya menjadi pengurus MGMP SMP dan MTs Kabupaten Kulon Progo, pengurus PGRI, serta pengurus Perkumpulan Guru Madrasah Penulis (Pergumapi).

Solusi Ujian Nasional Bahasa Indonesia untuk Kelas IX SMP/MTs

Rina harwati November 30, 2018

Kisi-kisiUjian Nasional baru saja diterbitkan oleh BSNP. Sebagai bahan persiapan menghadapi agar sukses UN dibutuhkan berbagai latihan. Buku yang bervariasi jenis soalnya juga diperlukan. Nah, sebagai guru hal apakah yang bisa dilakukan?  salah satunya adalah menyediakan berbagai bahan pembelajaran berupa soal-soal latihan.

SOLUSI UN, sebuah buku yang dirancang untuk melengkapi koleksi soal yang bisa dilatihkan kepada para siswa. Buku ini disusun dengan mengacu pada kisi-kisi UN dan menggunakan teks-teks kurikulum 2013. Tiga orang penulis buku ini adalah pengurus Pergumapi (Siska Yuniati, Rina Harwati, dan Septy Andari Putri) yang berkomitmen secara bersama-sama berusaha membuat soal-soal yang berpeluang muncul dalam ujian nasional disertai dengan materi, pembahasan, dan kunci jawaban.

Sebuah Repertoar tentang Perempuan

Mei 18, 2018

PEREMPUAN dan perannya ibarat repertoar yang selalu siap tampil dalam panggung kehidupan umat manusia. Kehadirannya akan selalu memberi warna dan nuansa tersendiri. Terkadang, warna tersebut terlihat jelas dan membuat kita berdecak kagum. Namun, acap pula kita rasakan sebagai sebuah kelaziman tanpa terlintas betapa itu luar biasa. Tentulah berbicara tentang perempuan, tak akan ada habisnya. Kita bagaikan menyibak samudera kehidupan yang tak pernah kering dan penuh misteri.

Hal menarik manakala misteri perempuan itu digambarkan dalam 90 puisi yang ditulis oleh guru madrasah yang tergabung dalam Pergumapi (Perkumpulan Guru Madrasah Penulis). Dalam puisi-puisi ini, perempuan tidak saja digambarkan sebagai seorang yang lemah lembut, akan tetapi juga sebagai manusia tangguh sekaligus manusia terombang-ambing dalam menghadapi kerasnya hidup.

“Si Mbok Penjual Daun Singkong” karya Ahmad Hanapiyah misalnya, mencoba memotret perempuan tua dengan lika-likunya sebagai penjual daun singkong, disandarkan onthel di pagar pasar / ditaruh bakul butut di emperan dekil / ditawarkan beberapa ikat daun singkong / berkali-kali di puluhan muka yang melewati / dan berkali-kali senyum keriput merayu hati / sudilah kira menukar koin lima ratus / dengan seikat harapan untuk nasi dan ikan asin / di sore nanti.

Puisi lain yang menggambarkan ketegaran perempuan juga dilukiskan Anuk Kuswanti dalam puisi berjudul “Wanita Perkasa”, Duhai Wanita Perkasa / Pedih perih sengatan mentari /Lebur dalam hamparan permadani / Dingin hujan menusuk sendi / Tak surutkan langkah kaki.

Di balik kelembutan serta diamnya, rupa-rupanya perempuan sanggup menahan gelombang hidup yang kadang tak mengenakkan. Keadaan yang serba terbatas, pedih, kadang justru semakin menguatkan jiwa seorang perempuan. Keadaan tersebut direkam Umi Solikatun dalam puisinya “Karena Aku Perempuan”, Kelembutanku tak berarti lemah / Gemulaiku tak berarti payah / Menangisku tak berarti kalah / Diamku tak berarti menyerah.

Ide-ide tersebut kendati tidak mendominasi keseluruhan antologi puisi ini, tetapi cukup menggambarkan bagaimana sejatinya jiwa seorang perempuan. Perempuan yang menjelma kukuh manakala ia dihadapkan kepada himpitan hidup. Apa pun sanggup ia berikan lantaran rasa cinta kepada anak-anak, suami, bahkan negerinya. Kiranya, hal tersebut menguatkan apa yang disampaikan Sir William Golding, sastrawan Inggris, bahwa perempuan akan memberikan lebih dari apa yang engkau berikan, ... if you give her a house, she will give you a home. If you give her groceries, she will give you a meal. If you give her a smile, she will give you her heart ....

Ide lain yang diangkat oleh penulis dalam antologi ini adalah sosok ibu. Lebih dari 30 puisi berbicara tentang ibu. Ibu sebagai mata air kasih sayang, juga sebagai muara kerinduan. Bagaimana pun juga, dalam pengasuhan perempuanlah kehidupan bermula. Dengan kodrat di tangan perempuan, diantarkannya manusia-manusia baru ke muka bumi. Hal ini tergambar dalam puisi Ayu Dewi, Atas kehendak-Nya / aku tercipta untuk melahirkanmu. Sebagai seorang ibu, Ayu Dewi mengerti betul bagaimana peran dan keikhlasan seorang perempuan yang bernama ibu ketika mengantarkan seorang manusia ke muka bumi.

Pengantaran dan keikhlasan juga dapat dilihat dalam puisi “Panggilan dari Langit” karya Nur Hasanah Rahmawati, Diakah wanita itu? / Yang mengantarku ke dunia / Yang merelakan bagian tubuhnya menjelmaku. Dalam puisi ini, kita lihat, bahwa perempuan bukanlah kurier yang melepas tanggung jawab seketika saat kiriman sampai ke tujuan. Perempuan tidak sekadar itu, dia bahkan merelakan bagian tubuhnya untuk serta dan menyertai kehidupan manusia baru yang dilahirkannya.

Kita saksikan para perempuan yang telah melahirkan harus mengambil risiko untuk menjadi lebih gendut, keriput, gigi keropos hingga kualitas penglihatan yang semakin mengabur. Dalam keadaan tubuh yang terambil sedemikian rupa, perempuan masih punya tanggung jawab mengawal kehidupan baru yang dilahirkannya. Dalam pengawalan ini, disertakannya lagi kualitas keikhlasan yang tidak berubah.

Penggambaran tersebut akan mengingatkan kita betapa seorang ibu telah mengalami kepayahan saat hamil, melahirkan, serta menyusui buah hatinya. Sebagaimana yang tertulis dalam Q.S. Lukman ayat 14, “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” Dengan tingkat keikhlasan yang demikian, imbalan pantas ketika perempuan terpilih menjadi tempat berlabuh dan kembalinya hati yang lelah seperti dalam puisi karya Siska Yuniati yang berjudul “Sajak Lelaki di Atas Kapal” ini, Tunggulah. Bila musim itu tiba. Aku kan datang tuk mengarungi lautmu nan teduh. Dan kau pun tahu, di sanalah kembali aku berlabuh. Atau, puisi karya Ahmad Hanapiyah, Ibu, dekap erat aku. / Senandungkan lagu pilu itu untuk pengantar tidur panjangku.

Demikian istimewanya seorang perempuan, hingga ia dapat memengaruhi kehidupan suami, keluarga, juga masyarakat. Bahasan akan kiprah perempuan tersebut di antaranya tergambar pada puisi Rohani Ningsih. ... Wahai wanita yang berbudi / Jangan tinggalkan hakikat diri/Secara kodrati engkau pencetak insani / Dari rahimmulah akan tumbuh tunas-tunas muda generasi bangsa ini. Begitu juga dalam karya Pujarsono berikut. ... Wanita itu mahluk istimewa / ia bisa menjadikan pria apa saja // dengan pesona dan kekuatan cintanya / ia bisa mengubah // pria lemah menjadi kuat / pria kuat menjadi lemah / pria miskin menjadi kaya / pria kaya menjadi miskin.

Tidak cukup dengan mengusung ide penting akan peran perempuan, beberapa puisi juga menampilkan sosok perempuan hebat pengukir sejarah. Pujarsono mencoba mengisahkan umul mukminin dalam puisi berjudul Khadijah. Begitu pula Siti Nur Rohmah, ia bercerita akan sosok Khadijah dan Aisyah. Sementara Yulian Istiqomah mengungkap perjuangan Kartini.

Dalam menjalani perannya yang extraordinary, ternyata perempuan hanyalah ordinary people yang hati bahkan tubuhnya harus dijaga dengan baik, entah oleh seorang ayah, seorang suami, seorang anak, seorang saudara, bahkan oleh para perempuan itu sendiri. Bagaimana pun juga, hati perempuan laksana kaca yang mudah tergores. Puisi karya Nur Hasanah Rahmawati sedikit-banyak menggambarkan bagaimana hati perempuan kala dirundung nestapa, Bahkan masih menjejak di rasaku / Lebam luka yang menyisakan perih / Pun pedih menghunjam relung jiwa / Lalu seonggok tubuhku / Meringkuk dalam ruang gelap. 

Dalam puisi karya Ikha Mayashofa, perempuan yang dirundung nestapa bisa jungkir-balik yang membuktikan betapa ordinary kehadiran perempuan. Sepisau luka masihlah nganga / pada dada jelaga dengan peluh selaksa / di bola matanya kutemukan tangis meluruh / mengepung benteng ketegaran hingga merapuh.

Itu adalah di antara pandangan 49 penulis yang keseluruhannya guru madrasah. Delapan di antaranya adalah guru laki-laki. Dengan demikian, antologi puisi ini cukup “renyah”. Tidak hanya perempuan yang berbicara tentang perempuan, tetapi juga terangkum sudut pandang lelaki akan perempuan.

Membaca satu per satu puisi dalam buku ini seolah sedang merenangi samudra dan tiba-tiba berada di taman bawah laut yang baru kita mengerti keunikannya. Lebih dari itu semua, para penulis antologi ini adalah “orang tua” bagi generasi Indonesia yang akan datang. Di tangannya repertoar kehidupan tersimpan. Dari tangan dinginnya, tentu saja akan terpilih senandung indah masa depan Indonesia. (*)

Siska Yuniati, Ketua Umum Perkumpulan Guru Madrasah Penulis. Tulisan ini merupakan catatan pengantar antologi puisi Repertoar Perempuan.

Membaca Langsung Warna-Warni Kisah Penerima Tunjangan Profesi Guru

Mei 11, 2018
Rina Harwati dan buku Merah Putih Sertifikasi Guru

Judul: Merah Putih Sertifikasi Guru
Penulis: Tim Penulis
Tebal: 136 + xii
Penerbit: Matsnuepa Publishing, 2018
ISBN: 978-602-51350-9-5

SERTIFIKASI guru telah berjalan sebelas tahun. Sejak permulaan hingga saat ini aturan pelaksaannya telah mengalami penyempurnaan beberapa kali. Pada awalnya, guru harus melalui jalur portofolio. Jika tidak lulus, guru dapat mengikuti langkah berikutnya, melalui jalur PLPG.

Pada perkembangannya, jalur portofolio ditiadakan. Secara perlahan, jalur PLPG pun harus mengalami penyesuaian menjadi PPG (Pendidikan Profesi Guru). Jika dulu proses menjadi guru bersertifikat pendidik (profesional) harus guru dengan masa kerja tertentu, sekarang prosesnya bahkan dapat diikuti oleh guru yang belum mengajar. Perbedaannya, jika dahulu yang lulus langsung bisa mendapatkan tunjangan, pada PPG, tidak demikian.

Apapun jalur yang ditempuh para guru, senantiasa menghadirkan suka-duka. Bahkan, setelah berpredikat guru profesional, suka-duka itu tetap menyertai. Itulah yang terekam dalam buku berjudul Merah Putih Sertifikasi Guru ini.

Ayu Dwi Widowati, Siska Yuniati, dan Nuraedah, misalnya. Ketiganya menyinggung bagaimana sulitnya proses menjadi guru profesional melalui jalur portofolio. Dengan perjuangan yang tidak mudah, ketiganya berhasil menjadi guru profesional melalui jalur tersebut.

Ketika dana sertifikasi diterima, dimanfaatkan untuk banyak kepentingan. Rina Harwati misalnya, memanfaatkan dana sertifikasi untuk memperhatikan keluarganya, mengembangkan usaha, dan sebagainya sehingga dapat menjalankan tugasnya sebagai guru lebih tenang dan lebih baik.

Sementara itu, Intan Irawati, Bambang Sukarnoto, Pujarsono, Eza Avlenda, Ruba Nurzaman, dan Yuni Iswari Dewi menuliskan pengalaman mereka menggunakan dana sertifikasi untuk membeli buku, membeli modem internet, mengikuti seminar, membuat media pembelajaran, hingga menulis PTK. Adanya dana sertifikasi selain memberi kesempatan untuk melakukan banyak manfaat dipandang juga "menuntut" banyak hal, terutama terkait pengembangan diri dan pengembangan profesi berkelanjutan.

Dalam tulisannya, Ruba Nurzaman menyebutkan bahwa hingga menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG), dirinya tidak pernah mendapat fasilitas pelatihan dari Pemerintah. Dana sertfikasi membuatnya memiliki anggaran yang dapat disisihkan untuk mengikuti berbagai pelatihan atau workshop.

Selain mengikuti seminar dan pelatihan, juga ada guru yang memanfaatkan dana sertifikasi yang dimilikinya untuk melanjutkan studi. Hal ini dilakukan, misalnya, oleh Kasmawati dan Nuraedah.

Kendati secara umum meningkatkan kesejahteraan guru, menjadi guru bersertifikat pendidik bukan tanpa persoalan. Anuk Kuswanti bercerita, bagaimana dirinya sempat berusaha mencari tambahan jam di sekolah lain karena madrasah induknya tidak dapat memberikan cukup jam mengajar sebagai persyaratan penerima tunjangan profesi.

Jika Anuk terkendala jumlah jam mengajar, Yulian bermasalah dengan honornya. Sejak menerima Tunjangan Profesi Guru, Yulian justru tidak mendapat honor bulanan lagi. Sebagai guru honorer, Yulian merasakan hal ini cukup berat, terlebih lagi TPG tidak diterimanya tiap bulan.

Buku berisi 20 tulisan guru-guru madrasah penerima Tunjangan Profesi Guru ini ditutup oleh tulisan Susiana Manasih. Ana, demikian dia biasa dipanggil, menyebutkan bahwa para guru yang menerima tunjangan profesi perlu dievaluasi motivasi dan kinerjanya. Rekomendasi ini didasarkan atas hasil penelitiannya di lingkungan madrasah di DKI Jakarta. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara guru bersertifikat pendidik dengan yang belum, terutama terkait motivasi dan kinerja. (*)

Siska Yuniati
Ketua Perkumpulan Guru Madrasah Penulis (Pergumapi)

Launching Buku Karya Ayu Dewi Widowati, Guru MTs Negeri 1 Yogyakarta

Mei 08, 2018

Yogyakarta, Pergumapi.or.id--Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga DI Yogyakarta memperingati acara ulang tahun Majalah Candra yang ke-48 dan launching buku karya YB Margantara, Ayu Dewi Widowati, dan lain-lain, Rabu (2/5) pukul 15.00–16.30 WIB. Kegiatan dilangsungkan di Disdikpora DIY, Jalan Cendana No. 9.

Acara tersebut dihadiri oleh Didik Wardaya, SE., M.Pd, M.M. sebagai Plt. Kabid Perencanaan dan Standarisasi, Dwi Agus Muchdiarto, S.H., M.A. sebagai Kepala Seksi Data dan TI, Dra.Noor Imanah, M.A. sebagai Kasi Dikmad Kanwil Kemenag DIY, alumni Diklat Jurnalistik di New Saphir dan de Laxton, serta Tim Redaksi Majalah Candra.

Dalam sambutannya, Didik Wardaya mengatakan, “Ulang tahun Majalah Candra yang ke-48 merupakan usia yang tidak muda lagi, namun dengan semakin bertambahnya usia Majalah Candra menunjukkan semakin matangnya majalah Candra dalam memberikan pengetahuan dan wadah bagi para pendidik untuk terus berkarya dalam bentuk tulisan.”

Didik juga berharap semoga dengan adanya launching buku dari bapak ibu guru akan memacu bagi bapak ibu guru yang lainnya untuk membuat buku sesuai dengan bidang dan keahlian masing-masing.

Buku yang dilaunching karya Ayu Dewi Widowati yaitu Isakuiki (kumpulan "SST" tahun 1997–2018), Mas Paijo (kumpulan cerpen (8) dan cermin (29)) yang sebagian besar sudah dimuat di Majalah Candra dan Harian Jogja. Ayu Dewi Widowati merupakan guru Seni Budaya dan Prakarya di MTs Negeri 1 Yogyakarta. Ayu mengaku mulai menulis sejak di bangku SMP dan itu dilakukan karena hobi, ingin memberikan manfaat kepada orang lain, dan ingin mempopulerkan madrasah lewat tulisannya. (Rmi)

Madrasah Literasi: Best Practice Literasi Sekolah

Maret 16, 2018

Judul: Madrasah Literasi: Best Practice Literasi Sekolah
Penulis: Ahmad Hanapiyah, Guru MTs Negeri 2 Tangerang Banten
ISBN: 978-602-569-099-0
Penerbit: Pustaka Media Guru
Terbit: Februari 2018

MEMBACA adalah jantungnya pendidikan. Membaca merupakan batu loncatan bagi keberhasilan di sekolah dan dalam kehidupan kelak. Tanpa membaca pendidikan akan mati. Tanpa kemampuan membaca yang layak keberhasilan siswa di jenjang sekolah lanjutan dan, apalagi, di perguruan tinggi adalah tidak mungkin.

Semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca. Oleh sebab itu setiap anak harus benar-benar dibekali dengan keterampilan literasi dasar, yaitu membaca dan menulis. Guru harus benar-benar memahami betapa pentingnya keterampilan literasi dasar bagi setiap siswanya dan mengupayakan dengan sungguh-sungguh agar setiap anak mendapatkannya.

Guru yang tidak mampu mengembangkan keterampilan literasi siswanya pada hakikatnya adalah guru yang gagal. Lalu, bagaimana merancang program pembiasaan budaya baca di sekolah? Buku karya Ahmad Hanapiyah ini adalah salah satu contoh nyata merancang literasi sekolah. Ini bukti nyata bahwa di tengah keterbatasan yang dimiliki sekolah/madrasah, seorang guru bisa membuat sebuah perubahan. Mengeluh tak akan ada gunanya. Memulai, meski hanya sedikit ada gunanya.

Buku ini merupakan catatan pengalaman penerapan gerakan literasi sekolah. Tim gerakan literasi madrasah MTs Negeri 2 Tangerang menerapkan berbagai upaya literasi dari nol hingga mencapai hasil yang baik.

Buku best practice ini dapat menjadi pilihan panduan literasi sekolah bagi pendidik, pustakawan, kepala sekolah, pengawas, orang tua, pengambil kebijakan Diknas dan Kemenag, instansi/lembaga literasi, serta komunitas literasi. Buku ini disarankan dimilki para guru dan penggerak literasi oleh Satria Dharma, penggagas Gerakan Literasi Sekolah. (*)

Strategi Najmah, Sebuah Buku tentang Kisah Sukses Memimpin Madrasah

Maret 09, 2018
Judul: Strategi Najmah, Seni Membangun Madrasah 
Penulis: Dr. Najmah, M.Pd.
Penerbit: MATSNUEPA
ISBN: 9786027344303

MTs NU Pakis bukanlah apa-apa di tahun 1997. Bahkan, siswanya banyak yang tidak lulus Ujian Nasional. Di saat tidak ada apa-apanya itulah Najmah mendapat amanah menjadi kepala madrasah.

Menangis, itulah reaksi Najmah ketika itu. Tiga bulan menangis, akhirnya Najmah bangkit dan berusaha menerima kenyataan bahwa dirinya sekarang kepala madrasah. Beban besar sedang ditanggungnya, dunia-akhirat.

Najmah pun mulai meniti kariernya sebagai kepala madrasah. Segala sesuatu dicermati, banyak hal harus dibenahi, dikembangkan, bahkan diganti. Episode pengorbanan pun dilaluinya dengan demikian heroik.

Tidak hanya harus mengatur siswa, guru, Najmah juga harus berjuang menyelesaikan permasalahan keuangan dan sarana prasarana. Sekolah kecil dengan jumlah siswa tak seberapa, mau hidup dari mana?


Di sinilah ujian Najmah. Membaca buku ini Anda akan mengerti bahwa menjadi kepala madrasah tak kalah heroiknya dengan memimpin satuan tempur, menjadi kepala madrasah tak kalah menantangnya dari tugas seorang "adipati', harus menggali sumber-sumber keuangan, mengelolanya, tak jarang harus utang karenanya.

Najmah lulus. Madrasahnya sekarang punya target 100 prestasi per tahun, guru-gurunya pun berdedikasi tinggi, dirinya sendiri bahkan menjadi kepala madrasah berprestasi tingkat nasional tahun 2012. Di tengah perjuangan itu pula, di tahun2017, Najmah berhasil meraih gelar doktor dari Universitas Negeri Malang. Selamat membaca!

Siska Yuniati
Ketua Umum Pergumapi, Guru MTs Negeri 3 Bantul

Buku: Mengubah Wajah Sekolah dari Menyeramkan, menjadi Menyenangkan

Maret 09, 2018

Judul: Mengubah Wajah Sekolah dari Menyeramkan, jadi Menyenangkan
Penulis: Ruba Nurzaman
Penerbit: Cipta Media Edukasi
Cetakan: Cetakan Pertama, Agustus 2017
Ukuran: 188 hlm, 14,8 x 21 cm
ISBN:  978-602-5429-60-6

MENGUBAH wajah sekolah dari menyeramkan jadi menyenangkan merupakan harapan dan upaya yang sedang dilakukan penulis dalam mewujudkan sekolah yang berkualitas dan menyenangkan bagi semua stakeholder yang ada di lingkungan sekolah/madrasah yang sampai saat ini belum bisa diwujudkan dengan baik.

Buku yang ditulis berdasarkan pengalaman pribadi penulis ini diawali dengan gambaran yang kurang menyenangkan penulis pada saat menjadi siswa dan menjadi guru. Dalam buku ini penulis menyampaikan beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh guru dan sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan tanpa membuat siswa dan guru merasa tertekan, malah sebaliknya menjadikan siswa dan guru merasa nyaman dan menyenangkan dalam aktivitas kegiatan belajar mengajar. Tips-tips yang dituangkan oleh penulis, merupakan  pengalaman penulis dalam mengembangkan pendidikan di MTs Al-Mukhtariyah Rajamandala Kabupaten Bandung Barat dikombinasikan dengan pengalaman sekolah lainnya.

Konsep-konsep pengelolaan pendidikan yang dibuat oleh penulis menggunakan konsep pendidikan yang out of the box. Penulis berusaha keluar dari beberapa kebiasaan guru dan sekolah pada umumnya agar bisa membuat siswa merasa senang dan nyaman berada di sekolah. misalnya dengan mengganti ulangan tengah semester (UTS) dengan tugas proyek berbasis produk. Sehingga akan terlihat pemahaman dan kemampuan siswa terhadap suatu materi tidak hanya aspek kognitifnya saja yang terlihat. Aspek afektif dan psikomotor siswapun akan muncul.

Ruba Nurzaman, Guru IPA MTs Al-Mukhtariyah Rajamandala Kab. Bandung Barat, Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Perkumpulan Guru Madrasah Penulis (Pergumapi), serta Konsultan Sekolah Literasi Indonesia Dompet Dhuafa.

Buku: Pendamping Belajar IPA Kurikulum 2013 sesuai Permendikbud 24/2016

Maret 09, 2018


Judul: Buku Pendamping IPA Terpadu untuk SMP/MTs Kelas IX
Penulis: Mulyono, S.Pd., M.Si., Eza Avlenda, S.Pd., M.Si., Feti Stiati, M.Sc., Ika Sudaryantiningsih, S.Pd., Sularno, S.Pd., Drs. Mujiyono, M.Pd.I.
Penerbit: Karya Edukasi
Cetakan: ke-1, 2017
Ukuran Buku: vi + 114 Halaman; 19 x 26 cm
ISBN: 978-602-50001-4-0

Buku ini diberi judul Buku Pendamping K-13 IPA Terpadu, merupakan salah satu buku pendamping pembelajaran yang disusun sebagai buku buku pengayaan yang melengkapi Buku Kurikulum2013 revisi terbaru sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016.

Di dalam buku ini, disajikan ringkasan materi sebagai sumber belajar yang dapat digunakan sebagai kegiatan mengobservasi bagi siswa dan soal-soal latihan yang cukup sebagai pendalaman materi.

Terbitnya buku ini, diharapkan akan memberi solusi yang mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran sesuai kompetensi dasar yang telah ditentukan dalam Nomor 24 Tahun 2016. (*)

Buku: Jakarta Banjir Bunga

Maret 09, 2018
Judul: Jakarta Banjir Bunga
Penulis: Pujarsono
Penerbit: Kamboja Merah Publishing
Cetakan: I, Agustus 2017
Ukuran: 14,5 x 20 cm; 88 hlm.
ISBN: 978-602-6734-21-1

Banjir bunga di Jakarta
Akan bercerita banyak
Tentang pembentukan opini publik
Tentang ucapan-capan  selamat
Tentang hujatan-hujatan
Sebagai cermin tentang keadaan kehidupan
Tak usah bingung saudaraku
Tak usah juga risau
Dengan membuat opini dan spekulasi
Sebab nurani tak pernah berkhianat
Lihat dan ejalah dengan hati
Mudah-mudahan kau paham dan mengerti

Puisi di atas merupakan penggalan puisi berjudul “Jakarta Banjir Bunga”  karya dalam antologi puisi Jakarta Banjir Bunga. Buku ini merupakan antologi tunggal  kedua Pujarsono (Guru Bahasa Inggris MAN 2 Kulon Progo. DI Yogyakarta). Buku ini merupakan salah satu buku sastra divisi Amaterasu yang ikut dipamerkan dalam Ubud Writers and Readers Festival  tanggal 25-29 Oktober 2017 di Ubud Bali.

Jakarta Banjir Bunga merupakan salah satu sajak ekspresionis kebangsaan yang diabadikan oleh Pujarsono dalam buku antologi puisi saat Balai Kota Jakarta dibanjiri karangan bunga setelah keputusan sidang atas Ahok, Gubernur Jakarta, atas dakwaan penistaan agama Islam dalam pidatonya yang disampaikan di Kepulauan Seribu. Puisi yang lain berjudul "Kebinekaan", "Bhineka Tunggal Ika", "Banjir Fitnah", "Dua Nasehat Asyibli", serta beberapa judul puisi lain melengkapi sajak kebangsaan dalam buku ini.


Buku ini berisi 57 judul puisi yang sebagian besar berisi harapan, pengalaman, kepedulian, dan keprihatinan yang dialami dalam kehidupan keseharian penulis sebagai seorang guru madrasah.

Pujarsono, S.Pd., Guru Bahasa Inggris dan Kepala Perpustakaan MAN 2 Kulon Progo, D.I. Yogyakarta, Ketua Bidang Humas Informasi, dan  Kerjasama Antarlembaga Perkumpulan Guru Madrasah Penulis (Pergumapi).

Buku: Membaca Pengalaman Mengajar Guru dalam Kumpulan Cerpen

Maret 09, 2018

Judul: Simbiosis Embun
Penulis: Lilik Niswatin Farida, Sri Rejeki Wahyuningsih, Tutri Haryati, dan Delismar
Cetakan: Pertama, Januari 2018
Ukuran: 11 x 19 cm
Tebal: 56 halaman

BUKU Simbiosis Embun ini merupakan kumpulan cerpen empat guru Indonesia. Buku ini merupakan penggalan kisah dan pengalaman mengajar empat guru Indonesia yang tertuang dalam cerita pendek.

Cerpen ini berisi di antaranya,kisah problematika menghadapi siswa yang diwujudkan tokoh Yopi, kisah lika-liku mengajar dan kenikmatannya, kisah pendidik dalam inovasi pembelajaran, dan kisah bagaimana penerapan Make A Match. Membaca buku ini masyarakat khususya pelaku pendidikan akan membangun semangat menggeluti dunia pendidikan. (*)

Buku: Implementasi Kebijakan Pemerintah pada Madrasah

Maret 02, 2018

Judul: Implementasi Kebijakan Pemerintah pada Madrasah
Penulis: Ogi Lesmana
Tebal: x + 152 halaman
Penerbit: Titah Surga, 2015
ISBN: 978-602-70357-4-4

AKHIR-akhir ini ada semacam geliat untuk menjadikan madrasah sebagai lembaga pendidikan unggul, tidak lagi sebagai alternatif apalagi berlabel kelas dua. Geliat ini difasilitasi oleh berbagai kebijakan, baik kebijakan masa lalu yang masih relevan maupun kebijakan-kebijkan baru sebagai jawaban atas tantangan zaman.

Berbagai kebijakan yang ada, tentu harus dipahami dengan baik oleh seluruh elemen terutama birokrat, praktisi, atau masyarakat yang terlibat langsung di madrasah. Pemahaman atas kebijakan ini penting agar berbagai langkah yang dilakukan dapat seiring-sejalan menuju arah yang telah ditentukan.

Kendati demikian, tidak mudah mendapatkan literatur yang beredar bebas yang mengupas kebijakan di madrasah secara komprehenisf. Oleh karena itu, buku Implementasi Kebijakan Pemerintah pada Madrasah karya Dr. Ogi Lesmana ini menjadi penting untuk dimiliki.

Perihal kebijakan madrasah ini disampaikan Ogi Lesmana dalam empat bab. Bab pertama merupakan bagian pendahuluan yang mengupas masalah pendidikan, madrasah, dan manajemen sumber daya manusia. Bagian kedua membahas peningkatan mutu madrasah. Bagian ketiga membahas konsep kebijakan publik pendidikan. Bagian terakhir mengupas kebijakan pemerintah pada madrasah.

Selamat membaca!

Buku: Cara Praktis Belajar Bahasa Arab bagi Pemula di Madrasah Aliyah

Februari 23, 2018

Judul: Cara Praktis Belajar Bahasa Arab bagi Pemula di Madrasah Aliyah
Penulis: Dian Komalasari, S. Pd.
Tebal: vi, 172.hlm, 21 x 29,7 cm
Penerbit: Pustaka Media Guru
ISBN: 978-602-5429-25-5

BAHASA Arab merupakan bahasa Alqur’an dan juga alat pendukung dalam mempelajari serta  memahami ilmu-ilmu Islam lain, seperti hadits, fiqih, tafsir dan lain sebagainya. Namun, menurut sebagian orang, bahasa Arab merupakan salah satu bahasa yang sulit untuk dipelajari, termasuk oleh siswa Madrasah Aliyah. Bahasa Arab masih merupakan “momok yang ditakuti” oleh sebagian besar siswa Madrasah Aliyah, khususnya bagi mereka yang berasal dari sekolah umum (SMP).

Buku Cara Praktis Belajar Bahasa Arab bagi  Pemula di Madrasah Aliyah ini diharapkan menjadi pedoman belajar  mengajar bahasa Arab dan dapat membantu siswa-siswi  Madrasah Aliyah dalam mempelajari bahasa Arab.

Buku ini berisi tentang matrikulasi atau materi–materi dasar pelajaran bahasa Arab untuk siswa Madrasah Aliyah yang tidak berasal dari MI dan MTs. Adapun materi-materi yang dibahas di dalam buku ini sebagai berikut.

Bagian pertama, kata benda atau Isim yang meliputi isim mudzakar (kata benda jenis laki-laki), isim muanats (kata benda jenis perempuan), isim domir (kata ganti orang), isim isyaroh (kata petunjuk), isim maushul (kata penghubung yang artinya yang), na’at dan man’ut (kata sifat dan benda yang diberi sifat), serta kata tanya dan bilangan.

Bagian Kedua, kata kerja atau fi’il yang meliputi fiil madhi (kata kerja lampau), fiil mudhore (kata kerja sedang atau sekarang), dan fi’il amr (kata kerja perintah).

Bagian Ketiga, bacaan (qiroah) dengan materi perkenalan, keluarga, rumah dan kegiatan sehari-hari.

Bagian Keempat, percakapan (alhiwar) dengan materi perkenalan, keluarga, rumah, dan kegiatan sehari-hari.

Penyajian dalam buku ini dibuat semudah mungkin agar siswa dapat belajar mandiri. Karena itu disertai dengan latihan-latihan soal dan makna  kosa kata (mufrodat) .

Dengan penggunaan bahasa yang mudah dipahami dan disesuaikan dengan tingkat pembacanya, serta penulis yang berprofesi sebagai praktisi di bidangnya, menjadikan buku ini sangat tepat untuk digunakan sebagai sarana belajar (*)

Dian Komalaari adalah guru Bahasa Arab di Madrasah Aliyah Negeri Kota Batu dan anggota Perkumpulan Guru Madrasah Penulis (Pergumapi).

Buku: Pantun Karya Guru Bahasa Inggris Yogyakarta

Februari 23, 2018

Judul: Santun dengan Pantun
Penulis: Edy Suparyanto, Pujarsono, Indrati Puji Astuti, Warsiyatun
Penerbit: Poltekes Jogja Press
ISBN: 978-602-70370-8-3
Ukuran: vii + 98 hlm; 14 x 20 cm
Terbit: Maret 2017

BUKU dengan judul Santun dengan Berpantun merupakan buku kumpulan pantun yang ditulis oleh empat guru Bahasa Inggris Yogyakarta, yaitu  Drs. Edy Suparyanto, M.A. (MAN 1 Sleman), Pujarsono, S.Pd. (MAN 2 Kulon Progo), Ibu Indarti Puji Astuti, , M.Pd. (MAN 3 Sleman), dan Dra. Warsiyatun, M.Pd. (MAN 1 Bantul). Buku ini terdiri dari empat bagian. Bagian pertama berisi sekilas tentang pantun; bagian kerdua pantun tulisan yang terdiri atas lima belas tema pantun, yaitu adat istiadat, motivasi, etos kerja professional, pengamalan agama, terima kasih, nasehat, budi pekerti, kepahlawanan, pendidikan dan pengajaran, percintaan, ulang tahun, peribahasa, teka-teki, dan perpisahan). Pantun ini ditulis oleh Edy Suparyanto dan dilengkapi pengantar, cuplikan hadis dan kata mutiara dwi bahasa (Indonesia-Inggris) sesuai tema.

Bagian kedua buku ini berisi tulisan Pujarsono yang mengusung 12 tema (pendidikan dan pengajaran, agama, busi, pantun jenaka, kepahlawanan, kias, nasehat, percintaan, peribahasa, perpisahan dan teka-teki). Pujar melengkapi tulisannya dengan karmina (pantun singkat), talibun enam baris, serta pantun berbahasa Inggris.

Bagian ketiga ditulis oleh Indarti Puji Astuti, terdiri atas sebelas tema (love, education, congratulations, Quran,  beauty, knowledge, mother, money, good deed, death, dan family) yang semuanya berbahasa Inggris.

Bagian terakhir merupakan  tulisan Ibu Warsiyatun. Tulisan ini berisi dua jenis, yaitu pendidikan dan pantun berbahasa Inggris.

Hal yang membedakan buku pantun ini dari buku pantun yang sudah terbit adalah hadirnya pantun dalam bahasa Inggris. Hal ini jarang dilakukan oleh penulis Indonesia. Beberapa pantun berbahasa inggris dalam buku ini tidak memenuhi kaidah pantun karena tidak berisi sampiran dan isi serta tidak berima a-b-a-b. Hal ini terjadi kemungkinan karena penulis berkiblat dan terpaku dengan pantun  bahasa Indonesia dengan melihat rima kata terakhir padahal dalam bahasa Inggris kesamaan rima yang dipakai adalah persamaan pembacaannya atau persamaan bunyi (pronounciation-nya). Walaupun demikian, hadirnya buku pantun ini patut diapresiasi karena ini merupakan salah satu upaya untuk ikut menjaga dan melestarikan warisan budaya asli nusantara. Sesuai judulnya, pantun diharapkan dapat membuat kita bijak dan santun dalam berkata-kata. (*)

Pujarsono, S.Pd. adalah guru bahasa Inggris MAN 2 Kulon Progo, Ketua Bidang Humas, Informasi, dan Kerjasama Antarlembaga Perkumpulan Guru Madrasah Penulis Indonesia (Pergumapi)..

Buku: Moksa Raga Wening Cipta, Sebuah Kumpulan Puisi Berbahasa Jawa

Februari 16, 2018

Oleh Sri Rejeki Wahyunigsih

Judul: Moksa Raga Wening Cipta 
Penulis:Wahyu Dwi Prasetyaningrum, Hidratmoko Andritamtomo, Dyah Widaningrum, Sri Rejeki Wahyuningsih, dan Amin Suprihatin
Penerbit: Goresan Pena, Januari 2018
Tebal: 173 halaman

Buku Moksa Raga Wening Cipta adalah karya sastra Jawa yang berupa geguritan/lebih dikenal dengan puisi berbahasa Jawa. Buku ini disusun oleh Guru Bahasa Jawa Gunungkidul, Bantul, dan Wonosobo di bawah Dinas Dikspora dan Guru Kemenag. Melalui buku ini pembaca dapat membaca berbagai gaya penulisan geguritan. Setidaknya buku ini menjadi salah satu buku pendukung mata pelajaran bahasa Jawa dan sebagai bentuk pelestarian sastra Jawa. Tema- tema yang diambil pun beraneka ragam, mulai pendidikan, sosial, politik. hingga kritik sosial. (*)

Buku: Matahari Bulan Bintang, Kumpulan Puisi untuk Anak Kolaborasi Guru Kulonprogo-Tanah Datar

Februari 16, 2018
Oleh Pujarsono, S.Pd.

Judul: Matahari Bulan Bintang - Kumpulan Puisi untuk Anak
Penulis: Desrianti, Pujarsono, dan Swesti Amelia
Penerbit: Lingkar Antar Nusa
Cetakan: Pertama, Agustus 2017
Ukuran Buku: 107 hlm; 14,5 X 21 cm 
ISBN: 978-602-6688-12-5

Buku ini merupakan merupakan kumpulan puisi yang ditulis oleh penulis produktif anggota Komunitas Guru Menulis, yaitu Pujarsono, S.Pd. (Bahasa Inggris MAN 2 Kulon Progo), Destriani, S.Pd., dan Swesti Amelia, S.Pd. Dua nama terakhir adalah guru SD Negeri 20, Kampung Buru, Batusangkar,  Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.


Buku ini diberi judul Matahari Bulan Bintang karena ketiga penyair ini menyuguhkan apresiasi mereka terhadap peristiwa keseharian yang sederhana yang dekat dengan anak serta situasi alam dan lingkungan dalam untaian bait-bait puisi.  Pujarsono dan Swesti Amelia menampilkannya dalam bahasa yang sederhana yang cocok untuk anak-anak. Puisi keduannya bisa diperkenalkan untuk usia taman kanak-kanak hingga sekolah dasar sampai kelas IV.  Sementara itu, puisi Desrianti lebih cocok untuk anak-anak sekolah dasar  mulai dari kelas lima ke atas karena sudah mulai mengajak anak-anak masuk ke dalam refleksi yang lebih dalam. Bahkan beberapa puisinya lebih cocok untuk anak remaja karena menghadirkan konsep yang cukup rumit.

Hal menarik dalam buku kumpulan puisi ini adalah hadirnya beberapa puisi dalam bahasa Inggris yang ditulis oleh Pujarsono. Dengan demikian, buku ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan keindahan alam dalam bahasa Indonesia saja, tetapi juga memungkinkan anak untuk merasakan keindahan ekspresi bahasa dalam Bahasa Inggris.

Hadirnya buku ini  diharapkan akan memperkaya khasanah sastra untuk anak-anak usia dini.  Semakin dini anak mengenal keindahan bahasa lewat karya sastra, semakin mereka diberi kesempatan untuk berolah rasa bagi perkembangan pribadi yang semakin utuh.

Pujarsono, S.Pd. adalah guru Bahasa Inggris MA Negeri 2 Kulon Progo dan Ketua Bidang Humas, Informasi, dan Kerjasama Antarlembaga Perkumpulan Guru Madrasah Penulis (Pergumapi).

Buku: Panduan Praktis Agar Menyusun PTK Menjadi Gampang

Februari 16, 2018
Sampul buku Menyusun PTK itu Gampang karya Ameliasari.
Judul: Menyusun PTK itu Gampang
Penulis: Ameliasari T.Kesuma
Penerbit: Esensi, Jakarta
Tahun Terbit: 2013
Tebal: 112
ISBN: 9786027596436

PTK akan menarik jika Guru membutuhkannya, bukan hanya untuk kenaikan pangkat namun lebih pada mempermudah Guru dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan sebuah metode penelitan kualitatif yang mendorong para guru menjadi reflektif dalam praktik mengajar.

Penelitian tindakan kelas tidak berupaya menemukan apa yang salah namun lebih pada sebuah pencarian pengetahuan bagaimana menjadi lebih baik dalam praktik mengajar di kelas. Begitu pentingnya melakukan PTK ini sehingga Penelitian Tindakan Kelas dijadikan salah satu bentuk karya ilmiah yang dipersyaratkan dalam Penilaian Angka Kredit saat kenaikan pangkat guru mulai golongan III/b keatas.

Sebagian besar guru, merasa kesulitan saat melakukan PTK, padahal sesungguhnya gampang, karena mereka mengalami dan melakukan sendiri aktivitas pembelajarannya di kelas.

Buku ini menunjukkan bagaimana menyusun PTK, mulai dari awal dengan langkah langkah yang jelas dan sistematis. Ditambah penjelasan lengkap mengenai metode pembelajaran, juga link-link inspiratif penambah ide pembelajaran, bagaimana mengajukan PTK kedalam jurnal ilmiah, lengkap dengan alamat dan selingkungnya, juga evaluasi dari tim penilai PTK mengenai kesalahan yang biasa dilakukan saat membuat PTK. Buku ini dilengkapi dengan bonus CD yang berisi laporan penelitian yang sudah dipublikasikan, sehingga membuat penyusunan PTK menjadi lebih gampang. (*)

Ameliasari T. Kesuma adalah guru MAN 1 Salatiga. Tahun 2016 dia menjadi guru berprestasi Kementerian Agama RI tingkat madrasah aliyah dan mendapat kesempatan mengikuti kursus singkat ke Finlandia tahun 2017. Ameliasari juga merupakan anggota Perkumpulan Guru Masdrasah Penulis (Pergumapi).