Senin, 09 Desember 2019

Peluang Guru di Era Revolusi Industri 4.0

Peluang Guru di Era Revolusi Industri 4.0

IGS Magazine
Oleh Agus Nana Nuryana, M.M.Pd.

Era Revolusi Industri 4.0 telah banyak mengubah perilaku manusia dalam melaksanakan aktivitasnya yang ditunjang dengan berbagai peralatan berbasis teknologi yang mendukungnya. Dalam dunia pendidikan saat ini banyak sekali ditemukan berbagai media berbasis teknologi yang memiliki kemampuan melayani peserta didik lebih dari seorang guru manusia, bahkan media ini bisa juga disebut guru, yang disebut guru mesin.

Guru mesin ini memiliki kemampuan layaknya guru manusia. Kemampuan pedagogik, konten pendidikan sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Guru mesin ini diciptakan oleh manusia untuk membantu guru manusia dalam menjalankan tugasnya.

Teknologi ini telah mengubah cara-cara lama yang dirasa kurang efektif sehingga tujuan dari pendidikan akan mudah dicapai. Sebagai contoh guru dahulu menggunakan kapur atau spidol untuk menulis, menyiapkan perangkat pembelajaran yang rumit dalam kertas atau media lainnya yang memerlukan waktu, tenaga dan pikiran yang tidak sedikt. Namun semua itu sekarang bisa diganti dengan menggunakan komputer yang lengkap dengan berbagai aplikasi yang dapat digunakan.

Hal sederhana yang dilakukan guru dalam memanfaatkan TIK seperti penggunaan Powerpoint dalam pembelajaran. Pengunaan media tersebut tidak terlalu membutuhkan peralatan yang banyak dan kemampuan penguasaan komputer tingkat tinggi. Seandainya guru tidak mampu membuat sendiri media pembelajarannya, mereka tinggal melakukan searching di internet. Media pembelajaran tersebut ada yang bisa didapatkan secara gratis dan ada juga yang berbayar.

Penggunaan komputer dan projector di sekolah/madrasah saat ini sudah bukan masalah lagi, karena hampir semua sekolah/madrasah pasti sudah memiliki inventaris tersebut. Perangkat TIK yang sudah tersedia ini bisa dimanfaatkan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan PBM.

Seorang guru tinggal mempersiapkan berbagai media yang dibutuhkan dalam pembelajaran yang dibuat satu kali dan disimpan di memori komputer untuk kemudian bisa di manfaatkan berkali-kali tanpa harus mengahapus atau membuat kembali karena medianya rusak. Pemindahan data dari bentuk manual ke bentuk virtual ini bisa membantu guru menyederhanakan pekerjaanya dalam mempersiapkan pembelajaran.

Selain itu data virtual yang sudah dipersiapkan oleh guru bisa diakses oleh peserta didik dimana saja dan kapan saja tanpa mengenal batas ruang dan waktu, sehingga ini bisa memberikan kesempatan kepada mereka untuk lebih mendalami materi yang disajikan. Hal ini bisa dilakukan oleh guru misalnya dengan memanfaatkan webblog pribadinya atau channel Youtube yang sengaja di persiapkan untuk menyimpan konten pembelajaran yang sudah disesuaikan dengan tujuan pembelajarannya.

Dengan menggunakan berbagai media sosial yang saat ini sedang marak, tidak hanya membantu para guru dalam menyampaikan materi, namun juga bisa memberikan keuntungan materi dari kompensasi yang mereka dapatkan dengan cara mendaftarkan blognya ke Google AdSense misalnya. Sehingga mereka bisa melakukan dua hal yang berbeda bersama-sama namun dua-duanya memberikan keuntungan “sambil menyelam minum air”, begitu kata peribahasa.

Peluang ini bisa digunakan oleh para guru dengan memanfaatkan perangkat TIK yang dimiliki oleh peserta didik. Saat ini hampir sebagian besar peserta didik menggunakan perangkat-perangkat TIK seperti smartphone dan laptop, bahkan sebagian orang tua sengaja memberikan fasilitas tersebut secara khusus kepada anak-anaknya.

Hal yang harus dipersiapkan oleh guru adalah membangun sistem pembelajaran virtual yang dirancang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Kemudian perangkat tersebut di simpan dalam media seperti weblog atau Youtube yang dapat diakses oleh peserta didik dengan mudah baik ketika mereka berada di sekolah atau di luar sekolah.

Peluang ini harus bisa dimanfaatkan secara optimal oleh para guru agar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan mudah. Pemanfaatan perangkat TIK di era revolusi industri 4.0 mutlak harus dilakukan oleh para guru, seiring maraknya penggunaan perangkat TIK di masyarakat termasuk kalangan anak-anak/peserta didik. (*)

Agus Nana Nuryana adalah Guru Matematika di MTs Cijangkar Ciawi Tasikmalaya dan anggota Perkumpulan Guru Madrasah Penulis (Pergumapi).