Sabtu, 15 September 2018

Audiensi ke Kanwil DIY, Pergumapi Wajib Tularkan Virus Menulis

Audiensi ke Kanwil DIY, Pergumapi Wajib Tularkan Virus Menulis



Yogyakarta--Pergumapi sebagai sebuah perkumpulan yang terdiri atas pengawas, kepala madrasah, dan guru mendapat sambutan hangat saat bertandang dan audiensi ke Kanwil Kemenag DIY. Kepala Bidang Pendidikan Madrasah memberikan apresiasi sekaligus penguatan kepada para peserta audiensi yang dihadiri oleh pengurus se-Indonesia di ruang PTSP Kamis (13/9) lalu. “Pergumapi sangat dibutuhkan oleh madrasah. Kontribusinya dalam memajukan kualitas pendidikan cukup besar. Hal ini terlihat dari selayang pandang yang sudah dipaparkan oleh Ketua Umum Pergumapi, Siska Yuniati,” papar Nadhif.

Sesuai dengan tujuan awal, audiensi yang telah digagas beberapa waktu sebelumnya dirancang untuk memberikan pemaparan eksistensi Pergumapi sebagai perkumpulan resmi yang telah mengantongi SK Menkumham RI Nomor AHU-0006654.AH.01.7.Tahun 2018. Dengan diperkuat SK tersebut, maka sebagai salah satu perkumpulan yang bergerak di bidang kepenulisan perlu mendapatkan dukungan dari lembaga-lembaga terkait, sehingga terbentuklah inisiatif mendekatkan Pergumapi dengan Kanwil Kemenag DIY.

Audiensi dibuka secara langsung oleh Kasubbag Inhum, Ahmad Fauzi tepat pada pukul 14.00 WIB. Setelah selayang pandang usai dipaparkan, Nadhif menjelaskan bahwa Yogyakarta dan Malang telah ditunjuk oleh Direktur KSKK Madrasah sebagai Finlandianya Indonesia. Sebagai perkumpulan yang concern dalam bidang penulisan maka untuk turut mewujudkan cita-cita tersebut, anggota Pergumapi diharapkan agar mampu menularkan dan menerapkan kemampuan literasi di madrasahnya masing-masing.

“Pergumapi dapat bersinergi dengan bidang Dikmad untuk menuju madrasah yang hebat bermartabat melalui literasi ini,” ungkap Nadhif. Seluruh pengurus Pergumapi harus menjadi pelopor kenaikan pangkat guru sebagai solusi atas permasalahan yang muncul setelah dilakukan audit yang menyatakan bahwa guru madrasah kesulitan naik pangkat. Nadhif juga berharap bahwa keberadaan Pergumapi dapat berkontribusi dalam penulisan jurnal pendidikan madrasah. “Nah, andil Pergumapi ada di ranah ini. Oleh karena itu, perlu segera dibentuk kepengurusan tingkat wilayah, sehingga kiprahnya bisa lebih menyebar di DIY,” lanjut Nadhif.

Selain Nadhif, audiensi Pergumapi juga mendapat tanggapan yang hangat dari Ahmad Fauzi, Kasubag Inhum dan Muchotib, Kasi Kelembagaan dan Sistem Informasi Kanwil Kemenag DIY. Tanggapan yang dikemukakan pada prinsipnya sama halnya dengan Kabid Dikmad. Kehadiran Pergumapi adalah penyemangat bagi siswa untuk mengantarkannya menjadi hebat. Kehebatan siswa tentu didukung dengan adanya kehebatan guru. Oleh karenanya, guru yang merupakan bagian dari Pergumapi hendaknya mampu membentuk kehebatan siswa melalui menulis, misalnya menulis buku pendamping sebagai penunjang prestasi belajar siswa. (Rin)