Tentang Pergumapi


MEMILIKI keterampilan menulis merupakan keniscayaan bagi seorang guru. Keniscayaan tersebut terkait setidaknya tiga hal, yakni peran guru sebagai akademisi, kepentingan peningkatan karier, serta untuk eksistensi diri. Dengan adanya kemampuan menulis, guru dapat menyajikan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya dalam bentuk teks yang tentu saja akan memudahkan serta meluaskan proses pendidikan yang dapat dilakukan seorang guru.

Sebagai sebuah keterampilan, kemampuan menulis—termasuk di dalamnya kemampuan menyunting—seorang guru perlu senantiasa diasah dan dikembangkan. Peningkatan kompetensi guru dalam menulis ini dapat dilakukan secara mandiri oleh guru dan dapat pula dilakukan secara berkelompok melalui wadah yang disebut organisasi atau perkumpulan yang beranggotakan guru-guru penulis.

Kehadiran organisasi guru penulis madrasah diharapkan akan menghadirkan aura postif dalam diri anggotanya. Dengan bergabung dalam sebuah organisasi, para guru dapat saling mengingatkan, menyemangati, bahkan saling membantu untuk menjaga komitmen untuk selalu menulis dan menulis lebih baik.

Atas pemikiran dan landasan itu Perkumpulan Guru Madrasah Penulis atau Pergumapi dibentuk. Kehadiran organisasi ini diharapkan tidak hanya sekadar menjaga komitmen para anggotanya, melainkan dapat pula menjalankan peran untuk menularkan kemampuan serta tradisi menulis kepada para guru lain, siswa, serta masyarakat luas untuk terlibat dalam kegiatan tulis-menulis secara profesional.

Semoga wadah ini menjadi langkah awal gerakan menulis sekaligus memberikan kontribusi dalam penjagaan komitmen, peningkatan kompetensi, dan penyebaran “virus” literasi khususnya budaya menulis di Indonesia, secara spesifik di lingkungan madrasah. (*)

Lihat juga: Sejarah Pergumapi

4 komentar: