Belajar dari Musibah Covid-19

Mei 27, 2020
Rabu, 27 Mei 2020

Karya anak di rumah.

Dra. Noor Biatun, M.S.I.
Kepala MIN 2 Bantul, Anggota Pergumapi

Pergumapi.or.id--Sejak mewabahnya Covid-19 di Indonesia awal Maret, pemerintah telah mengambil langkah-langkah yang berarti sebagai antisipasi adanya pencegahan Covid-19 yang terus menyebar ke berbagai daerah. Ada pembatasan-pembatasan di berbagai aspek diantaranya di bidang pendidikan, pekerjaan, peribadatan, dan berbagai kegiatan yang melibatkan massa. Sehingga diberlakukan Work From Home (bekerja dari rumah) dan belajar di rumah. 

Beberapa langkah pencegahan diberlakukan diantaranya: Penyediaan cuci tangan pakai sabun di segala tempat, memakai masker, tetap tinggal di rumah (Stay at Home), Pysical Distancing (jaga jarak fisik), dan Social Distancing (pembatasan kelompok). Tidak terkecuali dalam dunia pendidikan, sekolah harus memberlakukan kerja dari rumah (Work From Home) dan belajar di rumah. 

Tanggal 19 Maret 2020, mulai diberlakukan belajar di rumah (siswa) dan bekerja dari rumah (guru). Mau tidak mau guru dituntut untuk tetap memberikan pembelajaran kepada siswanya walau tanpa tatap muka. Beberapa pembelajaran online diterapkan sebagai pengganti belajar di kelas. Ada Google Classroom, Quiziz, Webex, Zoom, Kahoot, Google Drive, dan aplikasi lain yang bisa digunakan guru.

Keadaan seperti ini membuat guru harus belajar dan belajar lagi. Guru harus bisa menerapkan pembelajaran lewat online baik menggunakan laptop maupun HP. Begitu juga dengan siswa, dulu ada larangan membawa HP, sekarang siswa harus menggunakan HP dan laptop untuk mengerjakan tuganya. Pola pendidikan telah betul-betul berubah. 

Ada plus minus dari keadaan ini baik guru maupun siswa bagi yang bisa mengambil hikmahnya. Ada beberapa waktu yang bisa dimanfaatkan oleh guru dan siswa untuk memperbaiki diri dari segi keagamaan, kekeluargaan, kompetensi diri, dan kerumahtanggaan. 
Ada pembelajaran yang muncul yang itu tidak terbersit waktu pembelajaran tatap muka terjadi.
Belajar dari musibah Covid-19 menyadarkan kita semua bahwa guru harus selalu belajar. Pembelajaran ternyata sangat kompleks. Ada beberapa media yang bisa dipergunakan oleh guru, terutama media elektronik online untuk mengantisipasi keadaan seperti ini. Belajar tidak terbatas pada tempat dan waktu, namun belajar itu sepanjang hayat. Belajar tidak hanya siswa, namun guru juga harus selalu belajar.

Guru mempunyai peran yang kompleks. Tugas guru tidak hanya menyampaikan materi, namun lebih dari itu mendampingi siswa membentuk karakter yang mulia. Alat elektronik sebagai media pembelajaran, membutuhkan sentuhan-sentuhan perasaan seorang guru yang selalu memberikan nasehat dan pendampingan motivasi untuk menggugah semangat siswa. Pembelajaran secara elektronik tetap membutuhkan pendampingan guru yang senantiasa memberikan rasa ketulusan dan keihlasan dari guru dalam mendidik.
Keluarga mempunyai peran yang besar dalam pendidikan anak. Tri pusat pendidikan (orang tua, guru, dan masyarakat) menjadi tolok ukur keberhasilan dalam pendidikan. Ketiganya harus ada sinergi dan kebersamaan dalam mendidik anak bangsa. Dari keluargalah awal mula pendidikan anak. Sekolah yang mengembangkan potensi anak. Di Masyarakat nantinya anak akan membuktikan hasil dari pendidikan itu. Masyarakat menjadi pengontrol dari proses pendidikan. Masyarakat juga yang akan mewarnai karakter anak.
Belajar tidak terbatas pada kelas yang ada. Semua tempat dan fasilitas apapun bisa digunakan sebagai media pembelajaran. Di rumahpun, pembelajaran tetap berlangsung. Tidak ada kata berhenti dalam belajar. Belajar dapat diartikan secara luas, baik lewat buku, lingkungan,  belajar menghadapi masalah, belajar kegiatan rumah tangga dan sebagainya, semua pasti ada manfaatnya. 
Dari musibah ini kita dapat belajar bahwa tidak ada yang tetap, apalagi dalam dunia pendidikan. Dinamika selalu ada dimanapun dan kapanpun. Belajar berlangsung sepanjang masa. Long Life Education. Tidak ada kata berhenti dalam belajar, dan tidak ada kata terlambat dalam belajar. (*)

Catatan:
Tulisan ini disertakan dalam Lomba Artikel Pergumapi 2020. Panitia tidak melakukan penyuntingan, isi sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Thanks for reading Belajar dari Musibah Covid-19 | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

Related Posts

Show comments
Hide comments

33 komentar on Belajar dari Musibah Covid-19

  1. Bagus bun, menambah semangat kita dalam work from home ini

    BalasHapus
  2. sangat setuju dg artikel ini. berkaitan dg media pembelajaran daring, sy lihat yg paling banyak mnggunakan media whatsapp. tapi dlm tulisan ini mlah blm dimunculkan. terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus...kueang menggigit sedikit

      Hapus
    2. Semoga bermanfaat untuk kegiatan belajar mengajar di rumah.

      Hapus
  3. Belajar sepanjang hayat memang yang harus kita upayakan dlm segala keadaan ya Bun, inspiratif..

    BalasHapus
  4. Betul bu guru, minal mahdi ilallahdi. Kita mmg hrs bs ngikuti n menyesuaikan dg perkembangan zaman. Namun tetap pegang teguh kendalI Agama. Android mmg sangat bermanfaat, klo mmg dimanfaatkan. Belajar bs pake wa, gf, gc dll dg memanfaatkan hp. Smg KBM tetap berjln lancar n dunia pendidikan ttp berkibar ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช. Matur nuwun bu guru.

    BalasHapus
  5. Siip bu, tak ada rotan akar pun jadi tak ada tatap muka media online pun mencukupi. Tetap semangaaatt belajar๐Ÿ‘

    BalasHapus
  6. Bagus tulisannya.....mantap isinya gan....

    BalasHapus
  7. Bagus mb Noor...belajar tak k3nal batas tempat dan waktu

    BalasHapus
  8. Pasri ada hilmah dibaluk semua peristiwa baik itu mennyengkan atau tidak menyenangkan spt pansemi covid 19 ini

    BalasHapus
  9. Betul sekali, selalu ada hikmah dibalik musibah, mudah2an pandemi ini segera berakhir

    BalasHapus
  10. Semangat Bapak Ibu semuanya!

    BalasHapus
  11. karya yg luar biasa. menginspirasi dg tulisan.

    BalasHapus
  12. Semua pasti ada hukmahnya tetep semangat menghadapi semua

    BalasHapus
  13. Bagus,inspiratif

    BalasHapus
  14. Siip....lanjutkan dan terus berkarya

    BalasHapus
  15. Istiqamah ikhlas tanpa batas Mbak Noor.Melejit terhimpit Covid

    BalasHapus
  16. Memang nyata.. guru yg dulu gaptek, mau ga mau sekarang harus belajar TI

    BalasHapus
  17. Saya suka artikelnya, bagus bu Nur di masa pademik ini cara terbaik belajar adalah mengunakan alat elektronik sebagai pembelajaran belajar dalam segi apapun mengunakan laptop, hp media online lainya dan tidak ada kata berhenti maupun terlambat dalam belajar

    BalasHapus
  18. bagus buk menambah semangat kita dlm segala hal baik ibadah muamalah maupun pembelajaran, bagaimanapun keadaannya semua hrs tetap berjalan jika tidak bisa dgn tatap muka bisa dgn menggunakan media yg ada

    BalasHapus
  19. Bagus bu mendorong orang tua untuk terlibat langsung tanggung jawab dalam dunia pendidikan. Menjalin keakraban dalam keluarga serta membimbing anak berlaku santun ,orang tua menjadi teladan dalam keluarga

    BalasHapus
  20. Tulisan yang sangat bagus. Sangat setuju, Bunda. Harus tetap belajar, menuntut ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat.

    BalasHapus
  21. Ide tulisan sudah bagus. Hanya saja sedikit masukan, hubungan antar gagasan perlu ditata ulang.

    BalasHapus
  22. Karya Bunda luar biasa, sangat runtut dan menginspirasi, semangat Bunda...

    BalasHapus