Jumat, 23 Februari 2018

Buku: Pantun Karya Guru Bahasa Inggris Yogyakarta


Judul: Santun dengan Pantun
Penulis: Edy Suparyanto, Pujarsono, Indrati Puji Astuti, Warsiyatun
Penerbit: Poltekes Jogja Press
ISBN: 978-602-70370-8-3
Ukuran: vii + 98 hlm; 14 x 20 cm
Terbit: Maret 2017

BUKU dengan judul Santun dengan Berpantun merupakan buku kumpulan pantun yang ditulis oleh empat guru Bahasa Inggris Yogyakarta, yaitu  Drs. Edy Suparyanto, M.A. (MAN 1 Sleman), Pujarsono, S.Pd. (MAN 2 Kulon Progo), Ibu Indarti Puji Astuti, , M.Pd. (MAN 3 Sleman), dan Dra. Warsiyatun, M.Pd. (MAN 1 Bantul). Buku ini terdiri dari empat bagian. Bagian pertama berisi sekilas tentang pantun; bagian kerdua pantun tulisan yang terdiri atas lima belas tema pantun, yaitu adat istiadat, motivasi, etos kerja professional, pengamalan agama, terima kasih, nasehat, budi pekerti, kepahlawanan, pendidikan dan pengajaran, percintaan, ulang tahun, peribahasa, teka-teki, dan perpisahan). Pantun ini ditulis oleh Edy Suparyanto dan dilengkapi pengantar, cuplikan hadis dan kata mutiara dwi bahasa (Indonesia-Inggris) sesuai tema.

Bagian kedua buku ini berisi tulisan Pujarsono yang mengusung 12 tema (pendidikan dan pengajaran, agama, busi, pantun jenaka, kepahlawanan, kias, nasehat, percintaan, peribahasa, perpisahan dan teka-teki). Pujar melengkapi tulisannya dengan karmina (pantun singkat), talibun enam baris, serta pantun berbahasa Inggris.

Bagian ketiga ditulis oleh Indarti Puji Astuti, terdiri atas sebelas tema (love, education, congratulations, Quran,  beauty, knowledge, mother, money, good deed, death, dan family) yang semuanya berbahasa Inggris.

Bagian terakhir merupakan  tulisan Ibu Warsiyatun. Tulisan ini berisi dua jenis, yaitu pendidikan dan pantun berbahasa Inggris.

Hal yang membedakan buku pantun ini dari buku pantun yang sudah terbit adalah hadirnya pantun dalam bahasa Inggris. Hal ini jarang dilakukan oleh penulis Indonesia. Beberapa pantun berbahasa inggris dalam buku ini tidak memenuhi kaidah pantun karena tidak berisi sampiran dan isi serta tidak berima a-b-a-b. Hal ini terjadi kemungkinan karena penulis berkiblat dan terpaku dengan pantun  bahasa Indonesia dengan melihat rima kata terakhir padahal dalam bahasa Inggris kesamaan rima yang dipakai adalah persamaan pembacaannya atau persamaan bunyi (pronounciation-nya). Walaupun demikian, hadirnya buku pantun ini patut diapresiasi karena ini merupakan salah satu upaya untuk ikut menjaga dan melestarikan warisan budaya asli nusantara. Sesuai judulnya, pantun diharapkan dapat membuat kita bijak dan santun dalam berkata-kata. (*)

Pujarsono, S.Pd. adalah guru bahasa Inggris MAN 2 Kulon Progo, Ketua Bidang Humas, Informasi, dan Kerjasama Antarlembaga Perkumpulan Guru Madrasah Penulis Indonesia (Pergumapi)..

SHARE THIS

Author:

Akun administrator website Perkumpulan Guru Madrasah Penulis.

0 komentar: