Rabu, 19 Desember 2018

MTs Al-Falah Arungkeke Hadirkan Pakar Seni dan Sastra dalam Lomba Menulis Puisi

Narasumber pelatihan puisi di MTs Al-Falah Arungkeke
JENEPONTO, SULSEL--Seperti biasanya, usai pelaksanaan PAS (Penilaian Akhir Semester) di MTs Al-Falah Arungkeke Jeneponto, dilanjutkan dengan FORSEMA (Festival Olahraga dan Seni Madrasah) antar kelas. Pembukaan FORSEMA ditandai dengan pembukaan kegiatan Literasi Seni Menulis di hari pertama yaitu kegiatan Pelatihan dan Lomba Menulis Puisi (17 Desember 2018).

Ketua OSIM, Abdul Gaffar  mengungkapkan dalam laporan panitianya bahwa kegiatan pelatihan dan lomba menulis puisi antar siswa MTS Al-Falah Arungkeke ini bertujuan untuk memperdalam ilmu siswa, tentang cara menulis puisi yang baik, yang bisa menggugah hati pendengar ataupun pembacanya sekaligus juga  lomba menulis puisi ini sebagai wadah untuk menunjukkan potensi menulis karya sastra atau puisi.

Kegiatan Pelatihan dan lomba menulis puisi dibuka secara resmi oleh Kepala MTs Al-Falah Arungkeke, Kasmawati, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, Kasmawati mengatakan bahwa output dari kegiatan ini yaitu puisi-puisi yang akan dihasilkan oleh peserta  akan dipilih 50 puisi terbaik dari 200 peserta dan selanjutnya akan dibuatkan sebuah buku antologi puisi karya siswa-siswi MTs Al-Falah Arungkeke seperti halnya beberapa buku yang ditulisnya, baik buku karya mandiri (tunggal) maupun karya bersama.

Pada Kegiatan tersebut Kepala Madrasah menjalin Kerjasama dengan menjadikan narasumber dalam kegiatan Pelatihan dan Lomba Menulis Puisi ini adalah Kusuma Jaya Bulu. Kusuma Jaya Bulu adalah pakar seni dan budaya yang sudah bergelut puluhan tahun malang melintang dalam dunia kesusastraan.


Dari ratusan judul puisi yang ditulis beliau puisi yang paling berkesan yang dimuat dalam bukunya berjudul Puisi Dibalik Nisan. Selain penulis, dia juga adalah sutradara dan penulis skenario film dan teater. Sebanyak 25 judul film maupun teater yang telah digarapnya, di antaranya Pulang Bukan untuk Kembali yang baru saja pentas di gedung SMA Negeri 10 Makassar bulan Oktober lalu.

Sedangkan Kasmawati Yakub (nama pena dari Kasmawati, S.Ag, M.Pd.), selain penulis, dia juga adalah anggota sekaligus pengurus PERGUMAPI (Perkumpulan Guru Madrasah Penulis), sebuah  organisasi nasional yang merupakan wadah menulis bagi guru, kepala madrasah, dan pengawas.

Di akhir materi Kusuma Jaya Bulu berpesan kepada semua peserta pelatihan, sebuah pesan sederhana dan syarat makna, “Menulislah, karena dengan menulis kalian dapat bercerita tentang masa lalu di hari esok”. (Kas)

SHARE THIS

Author:

Akun resmi pengelola website Perkumpulan Guru Madrasah Penulis.

0 komentar: