Minggu, 08 April 2018

Kuliah Daring: Hasilkan 496 tulisan, Kholif menjadi ASN Berbudaya Kerja Kemenag Bantul

Kholif Diniawati (kanan) dan Isti Bandini.
Yogyakarta, Pergumapi.or.id–Kuliah daring atau online menjadi salah satu magnet Pergumapi (Perkumpulan Guru Madrasah Penulis). Acara yang menggunakan fasilitas grup WhatsApp itu dilaksanakan oleh Pengurus Bidang Diklat Pergumapi,  Ruba Nurzaman dan Edy Purwanto. Tema yang diangkat beragam, disesuaikan dengan keahlian dan atau kebutuhan anggota.

Sabtu (7/4) lalu, tema yang diangkat adalah “Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Berbudaya Kerja dan Berprestasi”.  Narasumber yang ditampilkan adalah Kholif Diniawati, M.Pd.B.I., anggota Pergumapi dari Kabupaten Bantul serta guru Bahasa Inggris MAN 3 Bantul. Moderator kegiatan tersebut adalah Isti Bandini, M.Pd. anggota Pergumapi yang juga dari Bantul dan berstatus guru BK MTsN 3 Bantul.

Kholif meraih Juara 1 ASN Berbudaya Kerja versi Kemenag Kabupaten Bantul serta meraih Publikasi Award dari Kanwil Kemenag DI Yogyakarta. Sementara itu, Isti Bandini menjadi runner-up ASN Berbudaya Kerja Kemenag Bantul dan juga meraih Publikasi Award dari Kanwil Kemenag DI Yogyakarta.

Dalam paparannya, Kholif menyampaikan bahwa prestasi yang diraihnya itu banyak didukung oleh tulisan yang dihasilkannya. Dalam dua tahun terakhir Kholif menulis 400 tulisan di website Kemenag DI Yogyakarta, 5 tulisan di website Kemenag RI, serta 91 tulisan di media cetak.

Untuk menghasilkan karya sebanyak itu, Kholif mengaku menulis setiap hari. Bahkan, tidak jarang dirinya menulis hingga larut malam.

“Saya menulis setiap hari dan bahkan sampai larut malam, hal ini saya lakukan karena saya merasa menulis bukan lagi kewajiban melainkan suatu kegiatan yang menyenangkan, karena tulisan saya cenderung memberitakan madrasah, tempat kerja dan ladang amal saya, jadi dalam benak saya selalu beranggapan bahwa menulis merupakan realisasi kesyukuran saya atas ladang kerja dan ladang amal yang disiapkan Allah untuk saya, sehingga saya harus menjaga, merawatnya dan sebisa mungkin berupaya mengembangkan melalui potensi menulis yang saya punya walau hanya sederhana,” ungkap lulusan Program Pascasarjana Universtias Ahmad Dahlan itu ketika menjawab pertanyaan dari Ayu Dewi Ansori.

Kholif menjelaskan, dirinya menulis saat sedang tidak mengajar. Lebih sering kegiatan itu dilakukannya pada malam hari. Dirinya mengaku termasuk orang yang sulit tidur. Jadi, memanfaatkan waktu tersebut untuk bekerja. Ketika mengalami jenuh, Kholif mencoba berpikir bahwa kemampuannya adalah dalam bidang menulis dan itulah yang bisa disumbangkannya kepada madrasah tempatnya bekerja.

Beberapa penanya lain mencoba menggali informasi lebih banyak tentang kiprah Kholif dalam bidang tulis-menulis sehingga menjadikannya ASN berprestasi. Siska Yuniati misalnya, bertanya tentang kiat Kholif mengumpulkan data sehingga menulis dengan baik.

Menanggapi pertanyaan itu, Kohlif menjelaskan, dalam menulis berita dirinya membuat format dalam lembaran khusus. Lembaran itu dibagikannya kepada siswa atau panitia kegiatan. Data itu dijadikannya sebagai bahan menulis berita ditambah pernyataan pejabat terakait.

Semua aktivitas tersebut dilakukan Kholif secara ikhlas dengan mengharap rido dari Allah. Dengan begitu, dirinya bisa bekerja dengan senang sambil menikmati hidup.

Pada catatan penutupnya, Kholif menyampaikan bahwa untuk meraih prestasi seperti ASN Berbudaya Kerja, salah satu kunci keberhasilannya adalah ketekunannya dalam mengarsipkan karya-karya yang telah dihasilkan. Arsip tersebut dibuatnya dalam bantuk cetakan. Menurutnya, penilai membuktikan kinerja kandidat dari bukti yang dapat ditunjukkan, bukan dari proses yang dilakukan.

Bisa saya simpulkan hal terpenting untuk menjadi ASN Berbudaya Kerja adalah melaksanakan tugas sesuai jabatan yang diberikan dalam instansi kita/madrasah, serta mengarsipkan seluruh hasil kerja kita dalam bentuk cetakan/visual. Karena penilaian lebih cenderung melihat hasil karya, penilaian tidak melihat proses tetapi hasil dari kerja sebelumnya. Namun perangkat pembelajaran yang lengkap juga menjadi bagian penilaian termasuk prestasi yang kita peroleh dalam pengembangan diri maupun dalam pendampingan dan pembimbingan siswa yang menjadi tugas pokok kita sebagai guru,” tutup Kholif. (ist)

SHARE THIS

Author:

Akun resmi pengelola website Perkumpulan Guru Madrasah Penulis.

0 komentar: