Selasa, 27 Februari 2018

Prinsip Utama Pendidikan Sekolah di Finlandia

Finland.fi

Ani Susilawati
Guru MTs Negeri 4 Gunungkidul, Peraih Anugerah Konstitusi Mahkamah Konstitusi, dan peserta studi visi Kementerian Agama ke Finlandia 2017, serta anggota Pergumapi.

FINLANDIA adalah sebuah negara yang terletak di Eropa utara merupakan anggota dari Uni Eropa. Finlandia adalah negara Republik parlementer dengan pemerintah pusatnya di ibukota Helsinki. Negara ini terkenal dengan sistem pendidikan yang baik, yang disebut-sebut terbaik di dunia. Melalui lomba Anugerah Konstitusi alhamdulillah  bulan  Desember 2017 saya berkesempatan mengunjungi negara ini.

Anugerah Konstitusi adalah ajang kompetisi yang di adakan Mahkamah konstitusi bekerja sama dengan dinas pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama yang diperuntukkan bagi guru PPKn seluruh Indonesia baik dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA/MAK.

Tanggal 7 Desember 2017 rombongan dari Kementerian Agama berangkat ke Finland dengan menumpang Turkish Airlines. Kami transit dulu di Istambul baru kemudian melanjutkan perjalanan ke Helsinki. Perjalanan terasa lama sekali, ternyata penerbangan dari Jakarta ke Istambul kurang lebih selama 13 jam dan Istambul ke Helsinki selama 3 jam. Waktu yang sangat lama untuk saya, yang memang belum pernah melakukan perjalanan udara selama itu, yang biasanya hanya 1-2 jam saja.

Tujuan  study visit yang kami lakukan adalah University of Eastern Finland  (UEF) yang terletak di kota Joensuu yang harus kami tempuh 5-6 jam perjalanan darat dari Helsinki. Esok paginya kami benar benar berada di UEF dan mulai belajar mengenai pendidikan di Finlandia.
Ani Susilowati (paling kanan) dan kawan-kawan di halaman Kampus UEF.
Prinsip utama  pendidikan sekolah di Finlandia adalah ekuitas (keadilan). Sistem pendidikan di Finlandia gratis sampai master. Fasilitas makan siang yang bergizi, materi-materi pengajaran termasuk buku paket dan sarana praktik seperti laptop juga disubsidi untuk tingkat pendidikan dasar. Salah satu prinsip mendasar pendidikan di Finlandia adalah semua orang harus bisa memiliki akses yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan berkualitas tinggi.

Pendidikan sekolah diatur oleh Undang-undang Finladia. Sebagai contohnya UU Pendidikan Dasar (928/1998) menyatakan bahwa pertama dan paling utama, anak (siswa) harus bersekolah di sekolah terdekat lingkungan tempat tinggalnya. Undang-Undang Pendidikan Dasar juga mengatur lama tahun ajaran sekolah yaitu selama 190 hari. Lebih lanjut dari amandemen Undang-Undang tersebut menetapkan lama waktu sekolah bagi para siswa. Untuk kelas 1 dan 2 SD lama sekolah tidak boleh lebih dari 5 jam, untuk kelas di atasnya yaitu kelas 3-9 waktu belajar di sekolah bisa sampai 7 jam pelajaran. Di antara tiap pergantian  mata pelajaran, biasanya terdapat jeda istirahat 3 sampai 5 kali selama 15 sampai 30 menit sesuai dengan pengaturan jadwal tiap harinya. Di Sekolah Dasar waktu istirahat dihabiskan di luar halaman atau lapangan sekolah yang telah dilengkapi dengan ayunan dan banyak perlengkapan bermain lainnya.

Atmosfer sekolah di Finlandia sangat demokratis dan nyaman, anak memiliki peran sebagai pembelajar dan operator aktif. Anak bisa saling belajar dari siswa lainnya, mereka diizinkan berbincang, bergerak, dan mencoba hal-hal baru. Ini semua didasarkan pada apa yang dikenal sebagai “konsep baru pembelajaran”, semakin banyak pembelajaran berasal dari diri anak sendiri, maka semakin baik. (*)

Tulisan ini disiarkan pertama di Majalah Bakti Kanwil Kemenag Daerah Istimewa Yogyakarta.


SHARE THIS

Author:

Akun resmi pengelola website Perkumpulan Guru Madrasah Penulis.

2 komentar:

  1. Menginspirasi...

    Tapi idealisme kita kadang terseok didepan birokrasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah kabar baik tentang sekolah gratis dan sistem zonasi. Juga di beberapa sekolah sudah ada bantuan makanan sehat. Semoga ke depannya, anggaran untuk itu, terlebih lagi kebijakan untuk itu lebih baik lagi sehingga setidaknya mendekati gambaran pada artikel tersebut. :)

      Hapus