Selasa, 27 Februari 2018

Membangun Integritas Sekolah

Integrityineducation.org

Noor Shofiyati, S.Pd.
Guru Matematika MTs Negeri 9 Bantul, Wakil Sekretaris Jenderal Pergumapi

TULISAN ini dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa eksistensi sekolah sebagai sebuah lembaga pendidikan sekaligus sebagai agent of change dihadapkan pada tantangan zaman, utamanya hadirnya pemberlakuan perdagangan bebas di kawasan ASEAN atau dikenal dengan istilah Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) awal tahun 2016 dengan segala implikasinya. Hal ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan.

Pendidikan merupakan suatu upaya yang melahirkan proses pembelajaran, baik melalui transfer of knowledge maupun melalui transfer of value. Keduanya memiliki muatan yang sama dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, serta memiliki tujuan mengantarkan manusia menjadi sosok yang potensial secara intelektual (intelectual oriented) sekaligus menjadi sosok yang berwatak, beretika, dan berestetika. Sebagai sebuah lembaga pendidikan, sekolah berperan dalam menanamkan karakter, menanamkan rasa nasionalisme dan patriotisme, serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam UU no 22 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional disebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah ”untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokrasi serta bertanggungjawab”. Dengan tujuan tersebut berarti bahwa pendidikan mempunyai makna yang langsung berhubungan dengan pembentukan kepribadian seseorang, memiliki peran penting dalam menciptakan generasi berakhlak, generasi yang memiliki karakter dan integritas.

Maraknya bentuk ketidakjujuran yang hadir di masyarakat, perilaku yang menyimpang dari norma kebaikan, mengindikasikan bahwa di sekitar kita telah terjadi krisis integritas. Masih rendahnya integritas sekolah juga ditunjukkan dengan masih bermunculannya tawuran antar pelajar (lihat sindonews.com), sementara gaung yang didengung-dengungkan adalah sekolah cinta damai. Sungguh ironis.

Terwujudnya sekolah berintegritas memang tidak dapat tumbuh dengan sendirinya, perlu upaya dan kesatuan langkah dari segenap sivitas akademika di sekolah. Langkah awal membangun integritas sekolah adalah membangun integritas sumber daya manusia yang ada di sekolah. Sumber daya manusia yang ada di sekolah meliputi : kepala sekolah, guru,  siswa, serta pegawai tata usaha. Masing-masing  komponen yang ada di sekolah harus membangun integritas dirinya terlebih dahulu baru dapat membangun integritas di lembaganya yaitu sekolah. Sebuah sekolah tidak akan menjadi sekolah berintegritas jika seluruh komponen yang ada di sekolah belum dibangun integritasnya. 

Mengapa membangun integritas sekolah penting? Karena dalam menjalankan perannya sekolah menghadapi tantangan yang tidak dapat dikatakan ringan. Baik itu tantangan yang bersifat internal seperti kelembagaan, manajemen, sumber daya manusia, dan kualitas pembelajaran, maupun tantangan yang bersifat eksternal seperti politik pendidikan pemerintah, daya saing pendidikan, jaringan kerjasama (networking), maupun lahirnya pasar bebas Masyarakat Ekonomi Eropa (MEA).

Guna menghadapi peluang dan tantangan ke depan yang tidak ringan sebagaimana tersebut di atas diperlukan sumber daya manusia yang memiliki integritas. Dan sekolah sebagai salah satu penghasil sumber daya manusia masa depan harus mampu menjadi lembaga yang memiliki integritas, mengedepankan kejujuran dalam segala hal. Sehingga output yang dihasilkannya nanti akan benar-benar mengedepankan kejujuran, orisinalitas kerja, serta berkarakter sebagai bekal dalam melewati zaman apapun.

Apa itu integritas? Secara istilah integritas dapat dimaknai sebagai sebuah konsep yang menunjukkan konsistensi antara tindakan dengan  nilai dan prinsip. Dalam pengertian lain integritas berarti kesepakatan atau kesiapan untuk bertindak jujur, melakukan sesuatu dengan jujur atau melakukan pekerjaan dengan jujur (nursyam.uinsby.ac.id).

Sekolah berintegritas adalah sekolah yang memiliki nilai-nilai integritas, seperti : mengedepankan kejujuran, orisinalitas kerja, menegakkan kedisiplinan, memiliki tanggung jawab, menerapkan budaya malu, dan memiliki sikap sportif. Nilai-nilai integritas sangat penting untuk diterapkan di sekolah agar terjalin kepercayaan di antara orang-orang di dalamnya. Terjalinnya kepercayaan dapat mempercepat pencapaian tujuan. Dapat dibayangkan bahwa seandainya nilai-nilai integritas tidak dimiliki oleh orang-orang yang berada  di sekolah maka kerjasama akan lebih sulit dilakukan karena tidak adanya kepercayaan di antara mereka.

Membangun sekolah berintegritas merupakan bagian dari gerakan revolusi mental. Praktik revolusi mental dalam kehidupan sehari-hari adalah menjadi manusia berintegritas. Sekolah memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan generasi masa depan  agar memiliki moralitas yang sesuai dengan nilai-nilai spiritualitas yang diajarkan dalam agama.

Spiritualitas merupakan salah satu elemen terpenting dalam sebuah lembaga (Arief Yahya, 2013). Spiritualitas menjadi ruh terwujudnya kinerja luar biasa dari sebuah lembaga, dalam hal ini sekolah. Integritas sebuah lembaga (baca : sekolah) dapat dibangun melalui pendekatan spiritualitas. Bagaimana membangun spiritual sebuah lembaga seperti sekolah? Mambangun spiritual sekolah tidak lain adalah membangun karakter orang-orang yang berada di dalamnya dengan berbasis pada spiritualitas, yakni karakter yang mengacu dan berlandaskan pada nilai-nilai luhur dalam ajaran agama, yang antara lain berupa integritas, kejujuran, Jika sebuah sekolah terbangun oleh orang-orang yang memiliki integritas maka sekolah akan menghasilkan output berupa insan-insan berkarakter positif, jujur, dan bertanggung  jawab terhadap kehidupannya.

Ketika semua orang dalam suatu lembaga (baca: sekolah) memiliki soliditas pribadi yang kokoh maka di antara mereka akan tercipta iklim dan budaya saling percaya. Kondisi ini menjadi landasan yang kuat untuk mendorong kinerja. Sehingga akan lebih mudah melakukan transformasi dan perubahan menuju terwujudnya sekolah berintegritas. Berawal dari sekolah berintegritas akan terwujud generasi muda Indonesia  berintegritas. Semoga. (*)

Dimuat pertama kali di Harian Bernas Rubrik Wacana Halaman 4 Edisi Kamis, 27 April 2017










SHARE THIS

Author:

Akun resmi pengelola website Perkumpulan Guru Madrasah Penulis.

0 komentar: