Senin, 19 Februari 2018

Kreativitas Menulis Buletin Sekolah

Ginilho.com

Oleh Yuni Iswari Dewi
Guru Bahasa Indonesia MTs Negeri 7 Bantul, anggota Pergumapi

Manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan yang telah dianugerahi sebuah kreativitas tak terbatas. Ini berarti setiap individu pastilah memiliki bibit kreativitas. Akan tetapi sungguh seribu sayang, ternyata kreativitas itu terkadang bisa terus melaju pesat dalam perkembangannya, sebaliknya sebagian orang lainnya tidak bisa memanfaatkannya. Pernah Muchtar Lubis, seorang sastrawan menyarankan bahwa seorang penulis harus tetap menulis, apalagi saat pikiran mereka buntu. Sehingga pada akhirnya sebuah proses kreatif itu perlu diimbangi dengan perjuangan serta kedisiplinan untuk tetap menghasilkan karya, tentunya karya yang terbaik. Sungguh memantapkan garis keyakinan para penulis untuk mengeluarkan ide-idenya sehingga terus  berkelana imajinasinya. Inilah kreatifitas sejati.

Kreativitas menulis bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, salah satu diantaranya pengembangan ajang penulisan majalah sekolah berupa buletin sekolah. Lalu apakah buletin sekolah itu? Ini juga ternyata tidak banyak orang yang tau akan keberadaannya. Buletin sekolah merupakan  sebuah media penyalur informasi, yang berisi aktivitas dan berbagai aktual lainnya. Di beberapa sekolah tingkat menengah dan atas saat ini telah yang memiliki buletin, buletin-buletin yang mereka terbitkan tentunya mempunyai karakteristik dan ciri-ciri yang berbeda satu dengan lainnya. Hal ini karena setiap sekolah mempunyai tujuan yang berbeda tergantung visi misi yang dimilikinya.

Kecenderungan akan buletin ini tentunya didasarkan atas usaha pengembangan sumber daya siswa. Sumber daya siswa yang beragam akan menunjukkan ide-ide yang bervariasi tentunya. Tidak harus siswa yang pandai saja yang mampu menulis, bisa jadi siswa yang tidak melesat bidang akademiknya justru memiliki kehebatan berimajinasi. Karena dengan adanya buletin, siswa akan dapat menuangkan kreativitas dan bakat jurnalistiknya bahkan juga segala uneg-uneg mereka, baik mengenai saran maupun kritik terhadap sekolahnya. Pada umumnya, buletin sekolah adalah sebagai wadah pengembang kreativitas jurnalistik buat siswa-siswi, sehingga karya-karya maupun pemikiran-pemikirannya dapat ditampung dalam sebuah media dengan ciri khasnya tersendiri.

Selain itu para siswa juga akan dapat berkomunikasi dan bersilaturahmi dengan teman-teman sekaligus dengan pengelolanya. Nah, untuk buletin sekolah, biasanya dikelola oleh sebuah lembaga semi otonom OSIS yang bergerak di bidang jurnalistik, yang tentunya mempunyai tujuan-tujuan tersendiri, diantaranya adalah mendorong dan memacu berkembangnya kreativitas di bidang tulis-menulis atau jurnalistik, ikut melanjutkan tercapainya tujuan instruksional OSIS, menyediakan jalur informasi timbal balik yang aktual, menyelenggarakan pendidikan dasar jurnalistik yang ditujukan untuk tim redaksi dan para peminat sebagai bekal bertambahnya wawasan di bidang jurnalistik, serta mampu melatih para redaktur untuk menangani sebuah lembaga di bidang jurnalistik.

Beberapa tujuan tersebut merupakan semangat para pengelola untuk melaksanakan tanggungjawab, sehingga seluruh anggotanya mampu memberikan yang terbaik untuk sekolah, OSIS dan para siswa-siswi. Berikut beberapa langkah-langkah sederhana yang bisa diaplikasikan dalam pembuatan buletin di sekolah,

Langkah pertama, menentukan latar belakang pembuatan buletin atau alasan pembuatannya. Hal ini bisa terjawab dengan mendeskripsikan maksud dan tujuan pembuatan buletin itu. Misalnya, di sekolah tersebut memiliki anak-anak yang berbakat dalam menulis, maka salah satu tujuan pembuatan buletinnya bisa dimanfaatkan untuk mengakomodir atau menampung karya para siswa sehingga membuat idenya tidak akan pernah mati.

Kedua, memaksimalkan sumber daya manusianya, perhitungan akan penentuan dan akumulasi jumlah sumber daya manusianya akan berpengaruh pada nanti wujud kepengurusannya dan menentukan eksistensi jurnalistik di sekolah itu. Hal ini bisa dicari dengan sistem audisi atau penunjukkan siapa saja yang berkompeten di dunia jurnalistik. Lebih mudah jika ternyata sekolah itu memiliki ekskul berupa jurnalistik, nah orang-orang yang masuk dalam tim ekskul tersebut bisa diberdayakan untuk mengelola buletin itu. Beberapa orang akan menempati posisi-posisi tertentu sesuai dengan kompetensinya. Berikut model pemilihan tim redaksi buletin, posisi Pepimpin Umum yang akan ditempati oleh Kepala Sekolah atau Wakil Kepala Sekolah. Kemudian Pembina, yang akan diduduki oleh Guru Bahasa Indonesia atau orang yang terampil dalam bidang jurnalistik. Lalu Pemimpin Redaksi, yang akan dipimpin oleh ketua OSIS atau yang ahli dalam jurnalistik. Sekretaris, diduduki oleh siswa yang pandai atau cekatan dalam hal kesekretariatan. Kemudian Bendahara, diposisikan pada orang yang terpercaya akan pengelolaan keuangan. Lalu Dewan Redaksi, dipilih kepada yang menyukai korespondensi termasuk menyukai bidang reportase dan mendesain layout nantinya. Tak lupa Distributor, ditunjukkan kepada kesiapan pendistribusian buletin sesuai dengan schedule yang telah disepakati sehingga akan pembaca puas dengan penantiannya. Kemudian bagian Aditional Crew, yang diposisikan untuk bagian marketing dan iklannya. Sungguh kerjasama yang tak pernah putus untuk mewujudkan buletin yang sempurna.

Berikutnya langkah ketiga, membuat nama dan slogan sebuah buletin. Hal ini berkaitan dengan latar belakang yang dibuat. Misalnya, latar belakang yang dipilih adalah ingin memberi semangat atau motivasi kader anggota sekolah. Maka nama buletinnya : Move On!, lalu slogannya : Semangat Kian Berkobar.

Keempat adalah rubrikasi. Bagian ini menentukan rubrik-rubrik yang disajikan menarik atau tidak. Rubrik yang menarik adalah rubrik yang memiliki banyak ide dan gagasan pengembangan diri yang dimuat. Sehingga pembaca akan lebih “betah” menyelam di lautan muatan buletin.

Lalu kelima, logo. Bagian ini merupakan bagian penting pula, karena pembuatan logo yang menarik akan membuat buletin itu menjadi pembeda, bahkan jikalau suatu saat ada event kerjasama maka logo jelas akan terpampang di spanduk, menjadi berkibar bukan buletinnya?

Terakhir adalah Modal Produksi. Bagian ini merupakan jantung dari proses awal  hingga akhirnya. Modal yang merupakan wujud dari nominal uang sebagai jalannya kerja pengelolaan buletin bisa dicari dari beberapa sumber, diantaranya dana sekolah dari komite, ataupun dana BOS jikalau memiliki bagian didalamnya.

Beberapa langkah yang telah disampaikan besar harapan mampu memberi ssemangat para pejuang dunia tulis-menulis terutama menulis sebuah kreativitas buletin di sekolah. Sehingga karya yang tadinya hanya berupa impian atau angan-angan selebihnya dapat direalisasikan menjadi ide/gagasan yang bisa dibagikan kepada pembaca. Tentunya pembaca akan lebih menyukai karena mendapat wacana lebih luas lagi. Inilah wujud buletin yang bisa menjadi salah satu media yang patut diperhitungkan keberadaannya di setiap sekolah. (*)

SHARE THIS

Author:

Akun resmi pengelola website Perkumpulan Guru Madrasah Penulis.

0 komentar: