Fenomena Work from Home dan Learn at Home

Mei 27, 2020
Rabu, 27 Mei 2020
Pembelajaran online.

Armi Setyasih, S.Pd.
Guru Bahasa Inggris di MTs N 9 Bantul, Anggota Pergumapi

Pergumapi.or.id--Program Work from Home dan Learn at Home (bekerja dari rumah dan belajar di rumah) menjadi sangat populer dua bulan terakhir ini. Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 telah berhasil merubah tatanan hidup manusia di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Pandemi ini telah memaksa bidang pendidikan merubah arah pola pikir dan metode belajar mengajar secara drastis. Keputusan menteri pendidikan untuk menyelenggarkan kegiatan belajar dan mengajar dari rumah mengharuskan guru dan siswa untuk siap dalam waktu singkat. Mereka didesak untuk lebih kreatif dan inofatif dalam memanfaatkan aplikasi pembelajaran daring yang tersedia. Hal ini tentu saja mengundang pro dan kontra dari kedua belah pihak. Akan tetapi, terlepas dari kenyataan bahwa keputusan ini harus tetap berjalan, fenomena menantang ini tetap ada sisi positif dan negatif yang bisa diambil secara bijak.

Work from Home bagi guru membawa banyak dampak positif yang bisa dirasakan. Dibandingkan dengan bidang pekerjaan lain, posisi seorang guru tetap aman ditengah pandemi Covid-19 ini. Guru tetap bisa melaksanakan pembelajaran dengan baik melalui media aplikasi online yang ada. Bekerja dari rumah membuat guru mempunyai waktu yang lebih fleksibel untuk mengatur jadwal mengajar dan melakukan pekerjaan yang lain. kegiatan mengajar juga dirasa lebih nyaman, mengenakan pakaian yang lebih santai, dan bisa sambil menghemat pengeluaran untuk biaya transportasi. Di samping itu, Work from Home ini juga dapat mendorong guru untuk menuju sistem pembelajaran yang lebih modern. Kewajiban guru untuk merancang dan melaksanakan pembelajaran jarak jauh, melahirkan guru yang siap menghadapi tantangan pekerjaan di masa depan yang berdaya saing tinggi.

Meskipun demikian, ada faktor tatap muka antara guru dan siswa yang tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh aplikasi daring. Pembelajaran jarak jauh sangat membatasi interaksi positif antara guru dan siswa yang pastinya akan berdampak pada hasil pembelajaran. Kewajiban seorang guru bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan. Mereka juga bertanggung jawab pada pembentukan karakter siswa yang tidak bisa berjalan dengan baik melalui media online. Pemilihan aplikasi online yang sesuai untuk semua siswa juga menambah daftar panjang sisi negatif Work from Home bagi guru. Belum lagi jika koneksi internet sedang tidak baik. Tentu saja hal ini menjadi penghalang kelancaran kegiatan belajar mengajar dari rumah.

Di sisi lain, Learn at Home seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh siswa maupun orang tua mereka. Dalam masa darurat wabah Covid-19 ini, orang tua mempunyai kontrol sepenuhnya terhadap anak-anak mereka. Dengan adanya komunikasi yang baik antara guru dan orang tua siswa, kegiatan belajar jarak jauh akan berjalan lebih efektif. Orang tua bisa selalu mendampingi anak belajar dalam keadaan yang lebih nyaman, santai, dan bebas. Mereka bisa memanfaatkan waktu yang berkualitas ini untuk menjadi lebih dekat dan membangun komunikasi yang lebih baik. Pembentukan karaker juga dirasa lebih berhasil jika anak selalu diawasi orang tua mereka. Terlebih lagi, orang tua punya kendali penuh pada pergaulan teman dan lingkungan sekitar anak, mengingat kian seringnya kejahatan yang terjadi akhir-akhir ini.

Namun pada prakteknya, banyak siswa dan orang tua yang kurang berkomitmen dalam menjalani Learn from Home. Kontrol orang tua kadang menjadi sangat longgar pada anak mereka. Waktu yang terlalu fleksibel acap kali juga membuat anak menunda tugas-tugas yang harus mereka kerjakan sehingga menumpuk pada saat deadline. Hal ini mengundang rasa bosan pada anak karena mereka kurang diperhatikan. Anak cenderung merindukan sekolah dan teman-teman mereka. Belajar di rumah membuat mereka kekurangan hiburan di sela-sela waktu mengerjakan tugas yang menumpuk. Terlebih lagi jika siswa kesulitan mengerjakan tugas atau menggunakan aplikasi online yang ada, sedangkan tidak semua orang tua melek teknologi dan mampu membimbing anak mereka. Faktor biaya juga menjadi masalah pokok, sebab siswa harus selalu membeli kuota internet selama Learn from Home berlangsung.

Fenomena Work from Home dan Learn at Home ini mengajarkan guru dan siswa untuk selalu siap dalam keadaan apapun. Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi setelah pandemi Covid-19 ini berakhir. Bukan tidak mungkin, budaya baru di dunia pendidikan ini akan terus berlangsung. Yang pasti, guru, siswa, dan orang tua harus terus berbenah untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar jarak jauh. Dunia pendidikan harus terus berjalan bagaimanapun keadaannya dan apapun caranya. (*)

Catatan:
Tulisan ini disertakan dalam Lomba Artikel Pergumapi 2020. Panitia tidak melakukan penyuntingan, isi sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Thanks for reading Fenomena Work from Home dan Learn at Home | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

Related Posts

Show comments
Hide comments

6 komentar on Fenomena Work from Home dan Learn at Home

  1. Artikel yang menarik,,
    Pendidikan memang harus terus berjalan meski kondisi situasi yg sulit dengan bermacam keterbatasan..
    Semangat Para Guru Indonesia,,

    BalasHapus
  2. Ya wah dlm situasi apapun pembelajaran hrs tetap berlangsung.
    Tapi kalau kondisi sdh normal pembelajaran di kelas lebih utama

    BalasHapus
  3. Adaptasi memang butuh waktu Dan kolabirasi sangat penting ... Semangat guru2 Indonesia...

    BalasHapus
  4. Siiip,semangat mbak Army...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus