Kreativitas Belajar dan Mengajar di Masa Pandemi COVID-19

Mei 27, 2020
Rabu, 27 Mei 2020
Proyek Pembuatan Aplikasi Android oleh Nabila Dwi Utomo (Kelas VII).

Yunalia Anugraheny, M.Pd.
Anggota Perkumpulan Guru Madrasah Penulis

Pergumapi.or.id--Sempat terbesit dibenak saya betapa sulitnya mengajar di tengah pandemi COVID-19. Saya harus memulai perjuangan baru dalam kegiatan pembelajaran yang 100% dilaksanakan secara dalam jaringan (daring).  Bagimanapun juga, saat ini adalah saat yang tepat bagi saya untuk belajar menciptakan dan menyajikan materi pembelajaran yang menarik secara daring supaya proses belajar siswa tetap berjalan dengan baik, bermakna, dan menyenangkan. 

Tidak semua peserta didik yang saya ajar memiliki telepon pintar. Siswa yang memiliki gawai pun tidak semuanya bisa mengakses internet karena ketidakadaan paket data. Hal ini terlihat dari rekaman percakapan via WhatsApp grup Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia yang saya buat di awal tahun pelajaran 2019-2020. Sebagian siswa di grup WA Bahasa Indonesia mengatakan, “Maaf, Bu baru respon karena tidak punya paketan.” Mereka diperbolehkan memasukkan nomor WA orang tua, wali atau saudara kandung ke dalam grup.

Minggu pertama masa pembelajaran daring, fungsi grup semakin bertambah. Di awal terbentuknya grup, grup hanya digunakan untuk membagikan informasi terkait kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan, ringkasan dan peta konsep materi, dan tanya jawab terkait materi serta seputar proyek yang harus dibuat siswa. Ketika pihak madrasah mengumumkan kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring, grup manjadi sarana utama menyampaikan tugas. Setelah itu, bermunculan anggota baru, beberapa di antaranya adalah orang tua. Keberadaan orang tua di grup sangatlah membantu kegiatan pembelajaran daring ini. Siswa yang selama kegiatan pembelajaran di kelas sering mengabaikan guru dan tugas, kini berubah menjadi tertib karena dukungan dan peran serta orang tua. 

Pada pekan berikutnya, saya berikan tautan menjawab soal menggunakan google form. Saya beranggapan bahwa siswa masih belum paham dan mengenal google form. Sehingga untuk pertama kali, soal yang saya pilih adalah soal pilihan ganda yang ada di modul. Siswa cukup mengetikkan jawabannya di google form. Sebagai informasi, madrasah tempat saya mengajar belum menerapkan E-learning. Maka dari itu, supaya siswa memahami cara mengirimkan jawaban, tautan google form ditampilkan di blog dan dibagikan via grup WA. Di blog juga terdapat tautan video cara menuliskan dan mengirimkan jawaban. Petunjuk juga terpapar di google form beserta gambar. Untuk membuat siswa semakin antusias, pada pukul 2 siang, saya membuat video yang memuat daftar siswa yang telah memberikan responnya dan saya bagikan di grup WA. Mereka tampak semangat memberikan responnya. Meski petunjuk telah saya jelaskan di blog, video, dan google form, tetap ada siswa yang masih belum paham. Selanjutnya, saya berikan soal yang tersaji langsung di google form. Hanya soal pilihan ganda yang tidak saya berikan petunjuk pengerjaan melalui video dan gambar. Menurut siswa, lebih mudah mengerjakan soal dari buku dari pada langsung dari google form. Terlebih lagi, jika soal berupa jawaban singkat. Kebanyakan siswa melakukan kesalahan dalam hal penggunaan huruf kapital dan ejaan, spasi. Hasil penilaian saya bagikan via grup WA dalam bentuk PDF dan melaporkan hasil kepada wali kelas.

Berkenaan dengan materi pembelajaran, materi saya berikan dalam bentuk infografis, PDF, dan video. Daftar materi dan tautannya saya tampilkan di blog. Materi yang berupa infografis dan PDF tersimpan di google drive sedangkan video diunggah di YouTube. kegiatan pembelajaran proyek pembuatan aplikasi android berupa PDF dan video. Sebagian besar video yang saya buat tidak memperdengarkan suara saya. Saya menggunakan back sound baik itu lagu berlirik Bahasa Inggris, Indonesia, atau Jawa untuk membangkitkan semangat siswa. Pembuatan video saya sangat sederhana. Dimulai dari membuat desain dan konten materi di Microsoft PowerPoint kemudian merekam tampilan slide dengan cara menekan Win + G atau menggunakan aplikasi Camtasia Studio 7. Terkadang saya sunting video menggunakan aplikasi android YouCut. 

Ada keinginan untuk menampilkan video pembelajaran seperti video di salah satu bimbingan belajar online, ada materi, suara, intonasi, ekspresi dan gestur guru, serta back sound. Saya belajar dari YouTube untuk menyajikan materi seperti itu. Sebenarnya tidak terlalu sulit. Penyaji harus mengambil video yang merekam aktivitasnya menyajikan materi menggunakan background warna biru. Kemudian menyunting video pembelajaran dan rekaman aktivitas menyajikan materi menggunakan aplikasi android KineMaster. Dengan adanya video yang menampilkan wajah saya, semoga bisa mengobati rasa kangen dan kebosanan mereka. 

Pelajaran yang bisa diambil, guru harus bisa membangkitkan semangat belajar siswa dan tetap memberikan hak mereka. Semoga dengan keterbatasan kondisi dan keadaan saat ini, keberhasilan akan kalian raih di waktu mendatang. (*)

Catatan:
Tulisan ini disertakan dalam Lomba Artikel Pergumapi 2020. Panitia tidak melakukan penyuntingan, isi sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Thanks for reading Kreativitas Belajar dan Mengajar di Masa Pandemi COVID-19 | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

Related Posts

Show comments
Hide comments

1 komentar on Kreativitas Belajar dan Mengajar di Masa Pandemi COVID-19

  1. Tulisan yang bagus, kita harus kreatif di tengah pandemi.

    BalasHapus