Minggu, 25 Februari 2018

Garasi

Gigglemagazine.com

Dra. Ayu Dewi Widowati
Guru MTs Negeri 1 Yogyakarta, Pengurus Pergumapi

KETIKA mengajar anak-anak kelas 7E saya harus betul-betul siap, karena siswa-siswanya agak berbeda dengan siswa-siswa di kelas lainnya. Di kelas 7E anaknya cukup kreatif dan kritis, apa-apa ditanyakan, namun juga terkenal ramai. Akan tetapi, mereka konsekuen, kalau diberi tugas selesai tepat pada waktunya.

Saat mengajar menyanyi lagu-lagu nasional, anak-anak saya suruh belajar memberi aba-aba/menjadi dirigen. Setelah saya beri contoh lalu saya minta salah satu siswa mencoba mempraktikkannya di depan kelas. Beberapa siswa putri yang saya tunjuk maju ke kelas tidak mau alasannya mereka belum siap. Padahal, saya tahu mereka malu untuk berdiri di depan kelas, takut keliru dan ditertawakan teman-temannya.

Ketika saya tawarkan pada siswa putra, Bondan salah satu siswa putra di kelas 7E mengacungkan tangannya, dia bersedia menjadi dirigen. Lalu Bondan maju ke depan kelas untuk menjadi dirigen. Anak-anak lainnya bersiap berdiri untuk menyanyikan lagu nasional "Halo-halo Bandung".

Setelah Bondan berdiri di depan kelas, tiba-tiba siswa putri yang duduk di bangku paling depan berteriak, "Ndan.....garasinya!”

Seketika Bondan berlari ke luar kelas. Saya kaget, Bondan kenapa ya? Seluruh siswa di kelas 7E justru tertawa terbahak-bahak.

Salah satu siswa putra menimpali, “Nek garasine mbukak mengko toyotane metu!”

Saya semakin bingung, anak-anak ini ngomong apa, sih?

Setelah Bondan masuk ke kelas sambil tersipu malu, saya baru paham. Ternyata, saat Bondan maju ke depan kelas tadi, ritsleting celananya terbuka. Mungkin lupa belum dikancingkan. Akhirnya saya tertawa terpingkal-pingkal bersama anak-anak.

Saya salut pada mereka. Ternyata, mereka punya cara yang santun memberi tahu pada temannya dengan kode tertentu. Wah... kreatif juga, ya? (*)

SHARE THIS

Author:

Akun administrator website Perkumpulan Guru Madrasah Penulis.

0 komentar: