Rabu, 04 Januari 2017

Ala Cinta Jadi Penulis

www.irishtimes.com
PERGUMAPI.or.id--Ibarat anak muda yang sedang jatuh cinta, segala yang dirasa dengan mudah dapat disulap menjadi puisi atau  atau cerpen. Mengapa? Ya, karena sedang jatuh cinta. Begitulah prinsip menulis dari Momon Sudarman yang disampaikannya pada kuliah WA pada 4 Januari 2017 lalu. Guru MAN 2 Kota Bandung ini setidaknya telah menulis belasan buku, di samping karya tulis lainnya.  Jika penasaran dengan  karya-karya alumnus Pendidikan Geografi UPI dan Program Sosiologi Antropologi Unpad ini bisa menengoknya di dede.wordpress.com.

Lantas, apa yang dimaksud dengan  prinsip “CINTA” yang membuat orang bisa mendadak menjadi penulis? “CINTA” itu merupakan singkatan dari curhat, inspirasi, nekad, tekun dan ambisius. Nah, prinsip tersebut dipaparkan sebagai berikut.

Pertama, curhat. Jadikanlah gaya curhat dalam menulis. Prinsip curhat itu bisa diartikan bahwa kita menulis apa yang kita rasakan, pahami, pikirkan, dan orang lain diharapkan bisa memahaminya. Penelitan Tindakan Kelas (PTK) pun dapat dikategorikan mencurahkan apa yang kita rasakan dan lakukan.

Sebagai contoh, buku Profesi Guru (Rajagrafindo Press, 2013) dan Model Pembelajaran Geografi  (Ombak, 2015) karya Momon Sudarma merupakan pengalaman mengajarnya di MAN 2 Kota Bandung sebagai kasus yang kemudian diolah menjadi tulisan. Tulisan seperti Chicken Soup pun merupakan curhatan yang bisa menginspirasi orang lain. Hernowo mengistilahkannya sebagai gaya tulisan personal.

Kedua, inspirasi dari intern. Maksudnya biar impresif/berkesan. Kita menulis apa yang kita rasakan.

Ketiga, nekad. Jangan ragu. Supaya berhasil, harus nekad memulai. Tugas penulis adalah menulis, sementara pembacalah yang mengapresiasi. Jika kita sibuk memikirkan karakter tulisan kita, maka dikhawatirkan tulisan tidak akan selesai. Jadi, prinsipnya, menulis saja.

Keempat, tekun. Kalau memang cinta, diulang-ulang saja (menulis) sampai berhasil. Misalkan saja, kita dapat menargetkan menuliskan minimal satu curhatan, tanpa memperhatikan jumlah halaman.

Kelima, ambisius. Untuk meraih hasil yang baik harus semangat, gigih.

Selain kelima kiat tersebut, apakah mood itu penting? Mood itu penting. Akan tetapi, menurut Momon, jika sudah namanya cinta, setiap saat mood akan hadir dengan sendirinya.

Siska Yuniati
Moderator dan Guru MTs Negeri 3 Bantul

SHARE THIS

Author:

Akun administrator website Perkumpulan Guru Madrasah Penulis.

0 komentar: