Rabu, 21 November 2018

Resensi: Ajakan Bersikap Baik pada Sesama


Judul: Zula’s Story
Penulis: Rizky Nur Fajri
Penerbit: DAR! Mizan
Cetakan: I, 2017
Tebal: 104 halaman
ISBN: 978-602-420-544-7

Buku Zula’s Story karya Rizky Nur Fajri terdiri atas sebelas judul cerita pendek. Kesebelas cerita tersebut mengangkat tema yang beragam, misalnya ajakan berbagi, bersikap baik pada teman, menyayangi binatang, juga larangan untuk memubazirkan makanan. Bahasa yang digunakan pun mudah dipahami sehingga buku ini cocok diperuntukkan untuk anak-anak.

Dunia anak merupakan dunia yang penuh cerita, semangat, dan hampir tak mengenal kata lelah. Pada cerita berjudul “Zula’s Story”, tokoh Zula digambarkan sebagai sosok yang hectic. Berbagai kegiatan dijalani Zula seperti shooting, pemotretan, wawancara dengan wartawan, mengunjungi acara sosial, hingga kegiatan belanja baju untuk acara penghargaan.

Zula selalu semangat menjalani hari-hari baik untuk urusan sekolah ataupun urusan nonakademis walaupun ibunya sudah meninggal. Ia bertekat menjadi anak baik yang membahagiakan ibunya di alam akhirat. Selain itu, Zula juga suka membaca, setiap ayahnya bepergian, ia meminta oleh-oleh buku.

Penulis buku dapat menggambarkan kesibukan tokoh Zula dengan detail. Hal itu dikarenakan penulisnya memang  bertabur prestasi. Rizky sering menjuarai menyanyi dan menari.

Cerita lain yang menarik berjudul “Berkat Sandal Jepit”. Diceritakan tentang bagaimana perjuangan anak-anak pedalaman untuk sekolah. Selain menempuh perjalanan jauh, mereka harus menyeberangi sungai yang ketinggian airnya sedada karena tidak ada jembatan. Untuk menjaga agar tas tetap kering, mereka mengangkat tas tinggi-tinggi ketika menyeberang sungai. Sesampai di seberang, mereka segera berganti baju kering dan untuk alas kaki, mereka hanya menggunakan sandal jepit. Perjuangan anak-anak pedalaman ini patut diacungi jempol. Apa yang mereka lalukan dpaat mementik semangat menuntut ilmu serta pantang menyerah.

Pada cerita berjudul “Pintar? Siapa Takut!”, terdapat pelajaran pentingnya membagi waktu dengan cermat. Sekolah dan kegiatan rumah harus berjalan sesuai jatahnya masing-masing, harus seimbang. “Begitulah… kalau kita ingin mengejar sesuatu, harus ada doa dan usaha yang kuat. Seperti Savila ini. Akhirnya, Savila berhasil mendapatkan SMP favorid,” (halaman 57).

Ajakan untuk meninggalkan hal-hal yang mubazir terdapat dalam cerita berjudul “Telur Nyasar”. Tokoh Adam dan teman lainnya memberi kejutan temannya yang ulang tahu dengan melempar telur. Nabyan menjadi marah. Adam yang curhat pada kakaknya mendapatkan nasihat bijak. “Itu salah, Dam. Makanya, kamu jangan suka ngikutin perilaku anak-anak yang enggak benar. Jadinya, Nabyan marah, kan? Mendingan telur-telur itu kita masak saja… kan, lebih enak! Daripada buang-buang makanan untuk yang enggak jelas, mendingan dimakan. Pasti perut kenyang. Niat baik belum tentu membawa hasil yang baik,” (halaman 91).

Pada hakikatnya setiap anak dilahirkan fitrah. Keluarga dan lingkungan yang memberikan kontribusi akhlak anak. Gambaran anak yang baik ini digambarkan penulisnya dengan cukup apik melalui cerita “Peri yang Baik Hati”. Mahar Jagat Raya anak seorang pengusaha kaya. Meskipun begitu, ia tidak sombong bahkan suka menolong dan berbagi pada siapa saja. Misalnya saja saat di jalan melihat nenek tua yang duduk di bangku terlihat lelah dan lapar, ia meminta ayahnya menghentikan mobil. Mahar mengajak nenek tersebut ke rumah makan dan bahka menyuapinya.

Saat di sekolah Mahar ada anak baru pindahan dari luar kota, dengan senang hati ia berteman. Padahal teman-temannya mengatakan kok mau-maunya Mahar dari keluarga terpandang berteman dengan anak kampung. Mahar justru mengingatkan temannya untuk menaati peraturan sekolah yang keempat, yaitu semuanya teman, tanpa membedakan derajat. Tak hanya itu, Mahar juga mengajak temannya untuk membiasakan jalan kaki. “Kita jalan kaki saja, ya… biar hemat, (halaman 101).

Tentu saja masih ada cerita-cerita lain yang sayang untuk dilewatkan. Ada banyak pelajaran moral yang bisa dipetik sekaligus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah bacaan yang mendidik dan mencerahkan.

Yeti Islamawati, S.S., Anggota Perkumpulan Guru Madrasah Penulis (Pergumapi)


SHARE THIS

Author:

Akun resmi pengelola website Perkumpulan Guru Madrasah Penulis.

0 komentar: