Puisi: Pengembara Cinta

September 01, 2018
Sabtu, 01 September 2018
Pelukis: Caspar David Friedrich
Oleh Rochani Ningsih
Guru Ekonomi MAN Kota Batu

Aku pengembara cinta, tersesat di lembah sunyi, berpenghuni wajah-wajah imitasi
Semakin ku jelajahi semakin aku tak puas diri
Gemerlap duniawi menghalangi pandanganku tuk meraih cahaya Illahi
Jiwaku remuk redam tergilas arus liberalisasi
Tehnologi bagaikan senjata api menembus ragawi,
Yang kering kerontang jauh dari lantunan ayat-ayat suci
Syariat agama menjadi harga mati sebagai perisai diri
Hidayah.....
Anugrah terindah dalam hidup sang pengembara cinta
Datang dan pergi tak disangka, menjadi hak Sang Maha Pencipta
Aku  terus berjalan menghampiri cinta sejati penghias relung hati,
lewat lantunan do’a yang mengiringi langkah kaki
menjadi cahaya abadi walau jasad masuk perut bumi
Cinta hakiki itu satu, kugenggam erat di dalam kalbu
Sampai ujung nyawaku , murni hanya untuk-Mu Ya Rabbi
Ada keikhlasan dan ketaatan tuk menjalankan dalam kehidupan
Setiap syariat yang sudah ditetapkan dalam kandungan Alqur’an
Sebagai benteng pertahanan mengarungi arus zaman,
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa kepada-Mu aku bergantung
Tiada Tuhan selain ALLAH tempat ku meminta keselamatan dunia akhirat.

Thanks for reading Puisi: Pengembara Cinta | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

Related Posts

Show comments
Hide comments

0 komentar on Puisi: Pengembara Cinta

Posting Komentar