Selasa, 10 April 2018

Nur Hasanah Rahmawati, 14 Tahun Konsisten Menulis Buku

Nur Hasanah Rahmawati
Pergumapi.or.id---Menulis, bagi Nur Hasanah Rahmawati adalah bagian dari kenikmatan hidupnya. Sosok guru yang aktif di dunia penulisan ini, tidak banyak diliput media nasional, namun karyanya menembus batas wilayah. Kecintaannya terhadap dunia tulis-menulis juga mengantarkan guru kelahiran Sleman, 30 Januari 1969 ini mendapat penghargaan Satya Lencana Prestasi Pendidikan dari Presiden Joko Widodo tahun 2015, setelah tahun 2014 ia menjadi juara 1 Guru Berprestasi Nasional Kemenag Pusat, lalu menerima Anugerah API (Apresiasi Pendidikan Islam) dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di tahun yang sama. Disusul tahun 2015 ia terpilih sebagai Delegasi Teladan Nasional dan mendapat penghargaan dari Direktur Pendidikan Madrasah Prof, Dr. Phil. M. Nur Kholis Setiawan, M.A.

Prestasi terkini yang dicapainya adalah terpilih menjadi satu dari 30 Guru Inspiratif Indonesia versi Kemenag Pusat Tahun 2017. Profilnya, bersama 30 Guru Inspiratif lainnya dari seluruh Indonesia, ditulis di buku “Mengawal Generasi Milenial” yang diterbitkan oleh Kemenag RI dengan pengantar langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Guru Bahasa Inggris di MTsN 9 Sleman ini telah menghasilkan lebih dari 40 buku, yang sebagian besar adalah buku pelajaran pendukung mata pelajaran Bahasa Inggris. Buku favoritnya adalah buku setebal 325 halaman berjudul Bedah SKL UN Bahasa Inggris SMP yang diterbitkan oleh Gallery Ilmu Yogyakarta Tahun 2013. Buku-buku lain yang dicetak mayor tersebar di seluruh Indonesia. Terakhir adalah buku pemantapan UNBK Bahasa Inggris berjudul SUN (Sukses Ujian Nasional) yang diterbitkan penerbit Dafa Bintang Reksa, Yogyakarta tahun 2017. Buku tersebut telah terjual kurang lebih 25 ribu eksemplar selama 6 bulan sejak terbit bulan September 2017. Buku yang mengupas tentang soal HOTS sesuai dengan kisi-kisi UN Bahasa Inggris 2018 tersebut hasil kerja bareng dengan guru berprestasi dari Diknas, Aridiyah Niken Harjanti, M.Pd, di mana mereka sama-sama sebagai Instruktur Kurikulum 2013 utusan dari instansi yang berbeda. Atik, nama kecil dari Nur Hasanah Rahmawati adalah intruktur dari Kementerian Agama, sedang Aridyah Niken adalah instruktur dari Diknas.

Buku yang juga fenomenal adalah modul Bahasa Inggris yang diterbitkan oleh LBB Neutron dengan 97 cabangnya se Jawa Bali. Modul tersebut digunakan oleh seluruh siswa di LBB Neutron untuk semua cabang yang mencapai jumlah puluhan ribu siswa. Ia menulis modul LBB Neutron sejak tahun 2013, dan berlanjut hingga saat ini dengan melakukan perbaikan dan revisi modul sesuai dengan perubahan kurikulum dan SKL UN setiap tahunnya.

Kegemarannya menulis buku ajar sudah tampak saat dia menjadi guru Bahasa Inggris tahun 1994, berstatus sebagai PNS dan ditempatkan di MTsN Maguwoharjo yang sekarang bernama MTsN 9 Sleman ini. Bermula dari kebutuhannya sendiri untuk mengajar, ia membuat rangkuman materi mata pelajaran Bahasa Inggris. Hal tersebut dimaksudkan untuk memudahkan anak-anak menerima pelajaran. Materi tersebut digandakan untuk kalangan siswa saja. Setiap tahun ia rajin membuat rangkuman materi.  Pada tahun 2003, rangkuman materi tersebut disusun menjadi diktat dan digunakan sebagai acuan pembelajaran di sebuah Bimbingan Belajar. Beberapa teman guru juga mulai tertarik dengan diktat tersebut. Hingga tahun 2004, Atik, atau Nur, panggilannya di kalangan teman kerja, mendapat tawaran menyusun modul untuk sebuah bimbingan belajar Totalwin College, dan modul tersebut digunakan untuk 5 cabang: Yogyakarta, Surakarta, Malang, Magelang dan Semarang. Bermodalkan semangat dan optimisme yang dibangunnya sendiri, akhirnya Atik dapat menyelesaikan 3 modul, yaitu modul SMP kelas 1, 2 dan 3 dalam waktu kurang lebih satu tahun, dan secara resmi modul tersebut terbit tahun 2005. Itulah buku pertamanya yang dicetak secara massal.

Hal tersebut yang menjadikannya percaya diri untuk melanjutkan mengembangkan “kegemarannya” menulis buku. Apalagi, ia sudah merasakan nikmatnya hasil dari menulis. Selain kepuasan batin, ternyata menulis juga menghasilkan rejeki, baik rejeki berupa materi maupun rejeki amal kebaikan, karena buku tersebut digunakan untuk mengantarkan anak bangsa menyongsong masa depan.

Setelah itu, tulisan-tulisan Atik terus bermunculan. Ia terhitung sangat produktif. Hingga profil ini ditulis, guru yang berperawakan mungil ini sudah menelurkan lebih dari 40 buku, diantaranya buku PR Bahasa Inggris SMP Kelas 7 dan 8 yang diterbitkan Intan Pariwara Surakarta tahun 2007.  Buku Inviting Someone terbit pada tahun 2008, menyusul buku Have a Telephone Talk di tahun 2009 oleh penerbit Pakar Raya Bandung. Pada tahun 2011-2012, dia kembali berkarya dengan membuat LKS Bahasa Inggris untuk kelas 7, 8, 9 pada semester 1 dan semester 2, dan menandatangani kontrak 6 buah buku LKS selama 2 tahun dengan penerbit Mitra Pelajar Klaten.


Tahun 2013, Nur Hasanah Rahmawati mengeluarkan 8 buku, di antaranya Modul Bahasa Inggris untuk Kelas 7, 8, dan 9 yang diterbitkan LBB Neutron, Materi Bahasa Inggris Homeschool Cendekia Yogyakarta untuk SMP kelas 1, 2, dan 3, Bedah SKL UN Bahasa Inggris SMP 2013, serta Modul Bahasa Inggris Kelas 5 dan 6 untuk LBB Neutron.


Berbeda dengan buku-buku yang disebutkan sebelumnya yang berkaitan dengan buku ajar, Atik juga bisa menulis sastra hingga dia melahirkan antologi puisi Kata Hati yang terbit pada tahun 2014, Pul-Pen (Kumpulan cerpen) Panggil Aku Mama, Antologi Puisi (25 penyair) Indonesiaku, buku motivasi (17 penyair) Motivriter terbit di tahun yang sama, serta buku kumpulan puisi Nyanyian Dua Jiwa yang berkolaborasi dengan Driya Widiyana, pengasuh kumandang sastra RRI Semarang, terbit pada tahun 2015 oleh Kaifa Publishing Bandung. 


Meskipun tidak bisa dibilang piawai menulis sastra, Atik pernah menjadi pemenag pertama dalam lomba penulisan FTS (Factual True Story) berjudul Wonder Woman. Puisinya pernah menjadi salah satu dari 35 puisi terpilih dari 750 karya puisi penyair DIY-Jateng dalam event lomba Puisi Jogja II, yang diadakan oleh Minggu Pagi dan Ernawati Foundation, 2013.  Karya cerpennya berjudul “Kelepak Indah Sayap Kupu-Kupu” lolos dalam pemilihan cerpen GPM (Grup Perempuan Menulis) Cirebon, 2013.

Di tempat kerjanya, MTsN 9 Sleman, Atik menjadi Pemimpin Redaksi Buletin Matsama, wadah siswa menyalurkan bakat menulis dan mengembangkan literasinya, yang terbit enam bulanan. Bulan Desember tahun 2017 kemarin Matsama terbit untuk edisi ke 9. Buletin Matsama yang ia pimpin berhasil menjadi pemenang dalam lomba pembuatan buletin Madrasah tingkat DIY yang diadakan Kanwil Kemenag DIY tahun 2014.

Masih di tahun 2014, meskipun Atik juga suka menulis sastra, dia tetap tidak bisa meninggalkan menulis buku ajar. Passionnya dalam menganalisis materi telah mendarah daging, sehingga untuk menulis buku ajar, ia tak pernah mengalami kesulitan berarti. Ia memang detil memahami kompetensi dasar mata pelajaran ataupun kisi-kisi UN. Ia merasa hal itu wajib dilakukan guru agar dapat menyiapkan materi yang tepat bagi anak didiknya. Terutama saat perubahan kurikulum KTSP menjadi Kurikulum 2013, ia melakukan analisis KI, KD dan silabus. Hasil analisisnya menjadi acuan ia menulis buku. Dia melihat kondisi di lapangan, bahwa banyak guru yang masih merasa kebingungan dengan perubahan kurikulum. Apalagi ketersediaan buku sangat terbatas. Ditambah lagi, buku yang ada masih belum memenuhi tuntutan KD pada silabus K-13. Itulah yang mendorong Atik untuk menciptakan buku pendamping K-13, yang sangat dibutuhkan oleh para guru.

Buku pendamping K-13 pertama yang ia susun adalah berjudul Enjoy Your Activity VII, adalah buku Pengayaan K-13 untuk kelas 7 yang diterbitkan Azza Grafika, Yogyakarta serta buku Let’s Talk VIII diterbitkan oleh penerbit yang sama tahun 2015. Penerbit Meda Sejati Kendal juga menerbitkan buku karya bareng dengan MGMP Bahasa Inggris Diknas, berjudul Buku Ajar Bahasa Inggris kelas 7, 8, dan 9 Semester 1 dan 2 Tahun 2015 dan 2016. Sedangkan di awal tahun 2017, dia membuat Buku Pengayaan Kurikulum 2013 berjudul Complementary Book For English IX bersama MGMP Bahasa Inggris Kemenag yang diterbitkan Karya Edukasi Yogyakarta, serta buku Sparkling English VII, VIII, IX, untuk semester 1 dan 2 diterbitkan pula oleh Meda Sejati Kendal Jawa Tengah.

Masih di tahun 2017, Atik atau Nur menulis buku hasil analisis kisi-kisi UN 2017, yaitu buku UN 2018, Get Ready for It yang diterbitkan oleh Meda Sejati, serta buku SUN (Sukses Ujian Nasional) yang diterbitkan oleh Dafa Bintang Reksa Yogyakarta.

Saat ini, Atik masih aktif menulis. Ia baru saja menyelesaikan modul terbaru edisi revisi untuk kelas 7 dan 8 LBB Neutron, (Modul kelas 9 masih dalam proses). Beberapa buku pengayaan pembelajaran juga sedang ia kerjakan, yaitu buku-buku pengayaan pembelajaran Bahasa Inggris SMP, seperti Buping (Buku Pendamping) Bahasa Inggris VII, VIII, IX, yang akan diterbitkan oleh Karya Edukasi dan rencananya akan dilauncingkan pada tahun ajaran baru ini. Buku lainnya yang sudah ada kesepakatan dengan penerbit adalah buku Analisis UN 2018, buku Prediksi UN 2019, Bank Soal Bahasa Inggris SMP, dan buku Functional Text and Short Functional Text for SMP,  yang ditargetkan bisa terbit tahun 2018-2019.

Di samping menulis untuk dirinya sendiri, ia juga menjadi koordinator penulis Buping (Buku Pendamping) kelas IX untuk 11 mapel  yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, IPS, PPKn, Bahasa Arab, Akidah Akhlak, Fiqih, SKI dan Quran Hadist. Ia menggandeng teman-teman guru untuk menyusun buku tersebut, dan menjembatani para penulis dengan penerbit hingga buku tersebut layak cetak. Tahun 2017 buku 11 mapel tersebut berhasil diterbitkan oleh Karya Edukasi dan digunakan oleh madrasah-madrasah di DIY. Saat ini, Karya Edukasi juga sedang menunggu proses penyusunan buku pendamping 11 mapel untuk kelas VII dan VIII dan akan diedarkan untuk daerah-daerah di Yogyakarta dan sekitarnya. Dan istimewanya, beberapa penulis buping 11 mapel tersebut beberapa diantaranya adalah anggota Pergumapi.

Sebagai pengurus Pergumapi bidang Penulisan Buku Ajar, Atik berupaya untuk membantu menyalurkan kemampuan para anggota Pergumapi yang memiliki talenta menulis buku ajar, dengan memfasilitasi teman-teman penulis Pergumapi kepada penerbit. Berbekal kepercayaan penerbit terhadapnya, maka baru-baru ini Atik juga berhasil menggandeng beberapa anggota Pergumapi untuk bekerjasama dengan penerbit dalam menyusun Buku Pendamping K-13 untuk SD (Sekolah Dasar).

Menurut Atik, menulis adalah kenikmatan. Banyak orang bilang gagal menulis karena tidak ada bakat. Dia bilang bahwa menulis bukan soal bakat-bakatan. Menulis adalah keterampilan, dan bisa dikembangkan dengan latihan. “Siapa pun Anda, apapun profesi yang dipilih, Anda bisa menjadi penulis tangguh,” katanya. Ia menambahkan bahwa kemampuan menulis juga akan mengakselerasi karier siapa pun di bidang apa pun. Semua profesi, seperti guru, dosen, ustaz, peneliti, rohaniawan, pekerja profesional, dokter, konsultan, pebisnis, pekerja sosial, politisi, dan lainnya, pastilah akan memiliki karir yang jauh melesat dibandingkan jika tidak memiliki kemampuan menulis.

Selain menjadi guru Bahasa Inggris dan aktif menulis, Atik juga menjadi Instruktur Kurikulum 2013 DIY sehingga sering menjadi narasumber terkait pengembangan kurikulum di DIY. Di samping itu, dia juga sebagai tim Bedah Kisi UN SMP bersama instruktur Diknas DIY, dan sering mendapat tugas sebagai narasumber pada beberapa kegiatan seperti Bedah SKL Bahasa Inggris, Diklat Penulisan Karya Tulis, Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran, Workshop Pembuatan Soal-Soal HOTs, serta juri sekaligus pembimbing dalam pendampingan calon Guru Berprestasi dan Kepala Berprestasi DIY (2015-2017) untuk melaju ke tingkat Nasional.

Saat ini, Atik aktif dalam kegiatan tim Jurnalis Humas Kanwil Kemenag DIY. Ia dan beberapa jurnalis lainnya sering mendapat tugas meliput kegiatan-kegiatan yang dihelat oleh Kemenag DIY, dari skala daerah hingga Nasional, yang dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin beserta ibu. Sejak tahun 2015, ia menjadi tim pereview Jurnal Kemenag DIY, serta koordinator Forum Ketua-Ketua MGMP Mapel Kabupaten Sleman. Dia juga menulis beberapa artikel yang telah dimuat di media cetak seperti koran Kedaulatan Rakyat, Bernas Jogja, Republika, Majalah Bakti (Kemenag DIY), Majalah Candra (Dikpora DIY).

Ia mengaku sejak kecil suka menulis; puisi, cerpen dan diary. Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, ia beberapa kali memenangkan lomba menulis. Lulus SD, Nur Hasanah muda melanjutkan sekolah di MTs Al-Mu’min Solo. Selepas dari MTs, ia kembali menjatuhkan pilihan studinya ke Madrasah pula, yaitu MAN I Yogyakarta. Ia mengambil kuliah di IKIP Yogyakarta Jurusan Bahasa Inggris dan kembali kuliah di STAIN Surakarta Jurusan Tarbiyah dan lulus tahun 2002. Atik meraih gelar Magister Management (MM) jurusan Sumber Daya Manusia berkat beasiswa dari lembaga pendidikan swasta dimana ia dianggap banyak berkiprah di sana.

Atik sangat bersyukur, bahwa prestasi dan penghargaan yang diraihnya tak lepas dari kegemarannya menulis. Sungguh, menulis membawa berkah buatnya. Ia lebih bersyukur lagi tatkala tahun 2008, berkat karya tulis dan buku yang dihasilkannya, ia bisa lulus sertifikasi dan medapatkan tunjangan profesi melalui penilaian portofolio, tidak harus mengikuti PLPG. Rasa syukurnya semakin bertubi ketika hasil karya tulisnya memuluskan jalan untuk meraih kenaikan pangkat menjadi Pembina Tk I golongan IVB di tahun 2016.
Nur Hasanah bersama Menag Lukman Hakim Saifuddin
Di akhir perbincangan, Atik atau Nur, mengungkapkan rasa terharu, bahagia dan bangga,  karena apa yang telah ia lakukan selama ini, yang bermula dari menulis, lalu berprestasi akhirnya mendapat penghargaan dari Bapak Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, serta mendapat perhatian khusus dari Bapak Presiden Jokowi. Itu menjadi penyemangatnya untuk lebih mengembangkan diri terutama pada spesifikasinya menulis buku ajar. Ia mengatakan akan terus berusaha lebih baik. “Menjadi anggota sekaligus pengurus di Pergumapi ini menjadi wadah  saya untuk lebih banyak belajar dan mengembangkan diri bersama teman-teman penulis hebat lainnya”, tegasnya.

Terhitung sejak 2005 hingga saat ini, 14 tahun sudah ia menjalani kegiatan menulis buku ajar. Dan itu ia lakoni dengan niat berjuang fi sabilillah, menebar manfaat terhadap sesama melalui talenta yang ia punya. Apalagi ia mengatakan bahwa kini saatnya guru madrasah unjuk gigi, tampil di depan, menjadi inspirator guru lainnya di seluruh Indonesia.  Sudah terbukti banyak guru madrasah yang cemerlang kiprah dan prestasinya di kancah pendidikan, tidak kalah dengan guru sekolah umum.

“Saya tak akan berhenti belajar, tak akan lelah menulis, bahkan semakin bersemangat untuk menebar kebaikan melalui tulisan. Tak perlu mengajak orang lain naik ke atas bukit untuk melihat langit, cukup dengan tulisan, kita bawa mereka memandang dunia”, pungkasnya. (*)


SHARE THIS

Author:

Akun administrator website Perkumpulan Guru Madrasah Penulis.

0 komentar: