Kamis, 08 Februari 2018

Perlunya Riset dalam Menulis Puisi

Dr. Najmah (kiri) memberikan piagam kepada narasumber, Sabtu (3/2).
Malang, PERGUMAI.or.id--Agar dapat menulis secara baik dan benar, seorang penulis perlu memiliki data yang cukup. Tulisan yang disajikan secara baik, jika isinya tidak benar, akan menjadi cacat karya.

Hal itu disampaikan Siska Yuniati dalam Workshop Menulis Puisi yang digelar oleh MTs NU Pakis, Sabtu (3/2).

Siska mencontohkan beberapa bait puisi yang terlihat indah, tetapi isinya janggal atau tidak benar. Hal itu menjadi cacat sebuah puisi. Bahasa-bahasa yang indah pun menjadi percuma.

Oleh karena itu, Siska menegaskan, seorang penulis perlu riset untuk mendapatkan data-data sebagai bahan.

Guru MTs Negeri 3 Bantul sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Guru Madrasah Penulis (Pergumapi) ini mengingatkan, riset yang dimaksudkannya adalah pengumpulan data secara umum. Peserta diminta Siska untuk tidak tegang mendengar istilah riset apalagi membayangkan berada di laboratorium atau seperti orang menulis karya ilmiah.

Riset tersebut menurut Siska dapat dilakukan dengan cara membaca, mendengar, mengamati, melakukan, dan lain-lain yang bertujuan untuk memahami materi yang akan ditulis.

Pada kesempatan itu, pemenang pertama Lomba Nasional Penulisan Puisi Festival Sastra Universitas Gadjah Mada 2016 tersebut juga mengajak para peserta untuk praktik menulis puisi. Para peserta yang terdiri atas guru-guru dan siswa MTs NU Pakis itu pun semangat untuk mengikuti latihan.

Menurut Siska, ada banyak teknik yang dapat dilakukan dalam mengajarkan atau belajar puisi. Siska menggunakan teknik bermain kata dan teknik bermain irama. Dengan dua teknik itu, peserta dapat meraskan kemudahan-kemudahan dalam menulis sehingga dapat segera menghasilkan puisi-puisi pendek.

Selain Siska, hadir pula Yulismar dari SMP Negeri 8 Riau yang memotivasi guru dan siswa yang hadir untuk semangat menulis buku.

Kepala MTs NU Pakis, Najmah menyampaikan bahwa kegiatan itu diselenggarakan terkait program Gerakan Literasi Sekolah di MTs NU Pakis. Dirinya berharap, nantinya para guru dan siswa dapat menulis buku-bukunya sendiri. Hal ini penting, kata doktor lulusan Universitas Negeri Malang, karena sehebat-hebatnya manusia, kalau tidak ada jejak yang ditinggalkan, maka akan hilang ditelan zaman.

Ketua Bidang Penerbitan Pergumapi itu menegaskan, bahwa siapa pun dapat menjadi penulis. Itulah alasan dirinya menghadirkan Siska Yuniati dan Yulismar untuk memotivasi para guru dan siswa MTs NU Pakis untuk menulis.

Najmah juga mengungkapkan bahwa MTs NU Pakis sudah memiliki penerbit dengan nama MATsNUEPA Publishing. Sudah cukup banyak penulis yang menerbitkan bukunya di penerbit yang dikelola oleh Syafa'atul Maulida, Sekretaris Bidang Penerbitan Pergumapi sekaligus guru MTs NU Pakis itu.

Di antara buku yang telah diterbitkan adalah Strategi Najmah, sebuah buku yang berisi tentang pengelolaan pendidikan di MTs NU Pakis. Menurut Najmah, buku yang telah cetak hampir 2000 dan diedarkan secara gratis itu, tidak hanya bercerita tentang dirinya, melainkan juga tentang guru-guru dan siswa-siswa MTs NU Pakis. (Sabjan/Kendi Setiawan/Nu Online)

SHARE THIS

Author:

Akun resmi pengelola website Perkumpulan Guru Madrasah Penulis.

0 komentar: